Para ilmuwan telah mengamati bahwa kondisi moral pikiran kita telah mempengaruhi kesehatan. Misalnya, orang yang tidak memiliki kesabaran lebih cepat tua sementara orang-orang dengan hati yang penuh kasih cenderung lebih sehat, dan orang-orang jujur bahkan lebih baik.

Kurangnya kesabaran mempercepat penuaan

Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) menerbitkan sebuah studi yang menyimpulkan bahwa kesabaran meningkatkan harapan hidup. Dengan menganalisis penanda genetik yang terkait dengan penuaan sel, para peneliti menemukan bahwa orang yang tidak sabar lebih mungkin untuk cepat tua dan degradasi fisiologis mereka akan semakin cepat, dibandingkan dengan orang yang lembut dan sabar.

Para peneliti menguji 1.158 relawan. Percobaan ini berkaitan dengan pemberian sejumlah uang kepada peserta sekarang, atau lebih banyak uang di kemudian hari.

Para peneliti juga menentukan tingkat kesabaran peserta, saat melakukan analisis genetik pada telomere. Telomere adalah topi pada ujung kromosom. Ketika sel membelah, panjang telomer memendek; ilmuwan percaya ini adalah salah satu alasan utama kita menjadi tua.

Ditemukan bahwa relawan dengan kesabaran yang lebih pendek memiliki telomere lebih pendek. Para peneliti berkata, dari sudut pandang pada tingkat sel, bahwa kurangnya kesabaran mempercepat penuaan sel.

Kejujuran menopang kesehatan

Pada bulan Agustus 2014, pada pertemuan tahunan American Psychological Association, Profesor Anita Kelley dari Universitas Notre Dame menyatakan bahwa kejujuran mendukung kesehatan yang lebih baik, sementara berbohong memiliki efek sebaliknya.

Penelitiannya secara acak membagi 72 orang dewasa menjadi dua kelompok; satu kelompok “harus jujur” dan kelompok yang lain “boleh jujur”. Kelompok pertama harus jujur dalam setiap situasi selama periode lima minggu, sedangkan kelompok kedua tidak memiliki persyaratan mengenai kejujuran mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertama mengalami penyakit lemah fisik, seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, dan mual. Profesor Kelly memperkirakan bahwa rata-rata orang berbohong 11 kali sehari.

Faktor tidak jujur terus memproduksi tekanan spikologis dan gangguan sistem kekebalan tubuh, sehingga mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Sebuah hati yang penuh kasih mendukung kesehatan

Anggota American Psychiatric Association, David Hawkins, menyatakan bahwa banyak orang sakit karena kurangnya cinta. Dalam bukunya, “Psychic Energy (Power vs. Force)”, ia menyimpulkan dari 20 tahun penelitian observasional bahwa kondisi mental dari tubuh manusia akan berfluktuasi.

Dia menyatakan bahwa kejujuran, kasih sayang, dan pengertian bisa mengubah frekuensi getaran partikel fisik, dengan demikian meningkatkan kesehatan.

Dia lebih jauh menyimpulkan bahwa kesadaran berbagai jenis memiliki tingkat frekuensi yang berbeda dan makin tinggi frekuensi, semakin sehat tubuh manusia. Tingkat kesadaran berkisar 1 sampai 1000.

Ketika pikiran orang pelabuhan cabul atau jahat, mereka melemahkan kesehatan fisik dan mental mereka. Kecemasan, kemarahan, kebencian, dan pikiran negatif lainnya menghasilkan frekuensi di bawah 200, yang berbahaya bagi tubuh.

Kepercayaan memiliki frekuensi 250, yang baik untuk Anda, sementara kelembutan, optimisme, toleransi, kepekaan, pengertian, kepedulian, rasa hormat, ketenangan, dan ketenangan memiliki frekuensi 600. Pencerahan memiliki tingkat frekuensi tinggi dari 700-1.000.

Menurut hasil penelian dari jutaan kasus di seluruh dunia dari berbagai ras, asalkan frekuensi kesadaran manusia berada di bawah 200, orang itu akan sakit. (ran)

Share

Video Popular