Oleh Zhou Kaiwen

Sejak Kim Jong-un memegang tampuk pimpinan Korut, jumlah pembelot termasuk pejabat senior terus bertambah dari waktu ke waktu. Ada media Korea Selatan melaporkan bahwa sejumlah pembelot asal pejabat senior Korea Utara berencana untuk mendirikan sebuah pemerintah dalam pengasingan di AS tahun depan dalam rangka untuk membantu mempercepat domokratisasi Korut.

Media Korea Selatan ‘Dong-A Ilbo’ memberitakan, sejumlah pembelot Korea Utara yang sebelumnya pernah menduduki jabatan cukup penting di pemerintahan telah sepakat untuk mendirikan pemerintah dalam pengasing pada awal tahun depan.

Seorang penanggungjawab mengatakan bahwa tujuan utama didirikannya pemerintah dalam pengasingan itu adalah ingin membangun sebuah sistem politik yang demokratis. Dan ditetapkannya Amerika adalah karena pemerintah Seoul telah memasukkan wilayah yang dikuasai rezim Kim itu sebagai bagian dari wilayah Korea Selatan.

Menanggapi pemberitaan media Korea Selatan tersebut, jurubicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby kepada VOA mengatakan, ia juga telah melihat sendiri laporan media Korea Selatan yang relevan dengan hal itu, namun pihaknya tidak mengomentari laporan dengan sumber yang tidak jelas karena tidak mencantumkan nama. Namun  pemerintah AS akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan HAM dan penanganan pengungsi di Korea Utara.

“Pemerintah AS masih secara konsisten memantau perkembangan HAM di Korea Utara, termasuk cara pemerintah Korea Utara dalam menangani wrganya yang mengungsi dan yang meminta suaka politik. Kita akan terus bekerjasama dengan negara-negara lainnya dan organisasi internasional, termasuk Dewan HAM PBB, badan pengungsi PBB untuk bersama-sama melindungi para pengungsi Korut dan mencarikan solusi jangka panjang demi menyelesaikan kesulitan mereka,” kata  John Kirby.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini semakin banyak warga masyarakat Korea Utara memilih untuk meninggalkan negeri mereka karena kondisi ekonomi dan perkembangan HAM yang terus memburuk. Bahkan banyak dari mereka itu pernah atau sedang menduduki jabatan tidak rendah di pemerintahan.

Juni tahun ini, Menteri Kedutaan Korut untuk Kerajaan Inggris Tae Yong-ho bersama keluarganya membelot ke Korea Selatan. Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyebut pelarian Thae disebabkan karena dirinya kecewa terhadap kediktatoran rezim Kim Jong-un serta mendambakan kebebasan dan demokrasi seperti di Korea Selatan.

Ironisnya, Tae Yong-ho adalah seorang pejabat diplomatik yang ditugasi untuk mempropagandakan Korut di luar negeri, selain bertanggung jawab untuk memantau kegiatan para pembelot Korut yang berada di kota London.

Sebulan setelah terjadi pembelotan Tae Yong-ho, seorang lagi staf diplomat yang bertugas di Konsulat Korea Utara untuk Vladivostok, Rusia juga membelot ke Korea Selatan. Diplomat tersebut sebagai wakil perdagangan Pyongyang untuk Rusia bertanggung jawab terhadap semua transaksi perdagangan kedua negara.

Akhir September, 2 orang pejabat senior Korut meminta suaka politik melalui Kedubes Jepang untuk Tiongkok. Salah seorangnya adalah pejabat yang bertanggung jawab terhadap pembelian fasilitas medis dan obat-obatan yang dibutuhkan oleh Kim Jong-un.

Sudah sekitar 30.000 orang warga Korea Utara yang membelot ke Selatan sejak berakhirnya Perang Korea tahun 50-an. Sebagian besar dari mereka pergi ke Selatan melalui Tiongkok, mereka masuk   melalui perbatasan Korut – Tiongkok. Dan hanya sedikit sekali warga yang berhasil dengan menempuh perjalanan laut atau menerobos garis demarkasi militer.

Namun demikian, seorang prajurit Korut pada Juni tahun ini telah berhasil tiba di wilayah Korea Selatan dengan cara menerobos garis demarkasi militer meskipun bersifat untung-untungan. Ia adalah orang pertama dalam 3 tahun terakhir yang bisa dengan selamat menerobos garis yang ketat penjagaannya dan penuh ranjau. Dalam penuturannya kemudian, ia mengatakan bahwa salah satu alasan membelot adalah karena pelanggaran HAM dan pemukulan merupakan fenomena yang sering dan biasa terjadi dalam instansi militer.  (Soundofhope/sinatra/rmat)

Share

Video Popular