Rumah, adalah sebuah tempat untuk bernaung, sebagai pelabuhan tempat berlindung. Adanya kehangatan, seluruh anggota keluarga berkumpul mengelilingi meja, dan makan malam bersama dengan ceria, larut dalam suasana hangat dan segenap cinta dalam keluarga.

Ada yang bilang, bahwa untuk memiliki sebuah rumah (keluarga) yang hangat, maka semua anggota keluarga harus berusaha mewujudkannya bersama. Lalu bagaimana agar memiliki keluarga yang harmonis dan hangat ? Mungkin Anda bisa menarik pelajaran dari enam hal berikut ini.

1. Tidak peduli enak tidaknya masakan suami atau isteri, berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk memasak, jangan lupa untuk mengatakan kepadanya : “Terima kasih pa/ma, kamu telah bersusah payah membuat masakan, sungguh beruntung memilikimu.”

2. Makanlah yang banyak jika masakan itu memang cocok dengan lidah atau selera Anda, tapi jangan lupa katakan kepada suami/isteri : “Enak sekali masakan ini, terima kasih pa/ma.”

3. Apabila Anda punya permintaan khusus, misalnya : Ingin tambahkan sedikit cuka atau bumbu lainnya, sebaiknya lakukanlah sendiri.

4. Jika tidak suka dengan masakan (sayuran) tertentu, Anda bisa sampaikan kesukaan Anda. Tolong buatkan sayuran minggu kemarin, ya pa/ma ? Harum sekali ! Aku ingin makan jamur tumis daging, bisa tolong buatkan, pa/ma ?

5. Setelah makan, jangan lupa mengambil inisiatif untuk membantu merapikan meja atau membersihkan piring, atau bantu bersih-bersih, dan jangan lupa juga tanyakan pada suami/isteri : “Pa/ma, perlu aku bantu ? “

6. Ganti kebiasaan memilih-milih itu dengan dorongan semangat. Ingat, dorongan Anda (suami/isteri) sangat dibutuhkan, apalagi itu adalah tangki kebahagiaan keluarga Anda !

Selain itu, agar suasana keluarga bisa berlangsung dengan hangat dan harmonis, maka komunikasi antara suami dan istri itu juga sangat penting.

Hidup bersama di bawah satu atap, pasti tak terhindarkan akan terjadi gesekan (pertengkaran kecil). Misalnya ketika pulang kerja, si isteri melihat kaus kaki sang suami diletakkan sembarangan begitu saja di suatu tempat, atau dasinya diletakkan begitu saja di atas meja. Kalau sudah begini, apa yang akan terlontarkan dari bibir sang isteri ?

“Selalu saja sembarangan meletakkan sesuatu !apa kamu tidak bisa mengaturnya sendiri (meletakkan di tempat semestinya) ?”

Menurut anjuran psikolog : “Sayang, tolong letakkan kaus kakimu itu ke keranjang cucian, begitu juga dengan dasimu masukkan ke dalam lemari ?”

Bukankah dengan demikian, hasilnya sedikit lebih baik ? Jika Anda tidak tahu bagaimana agar bisa dengan hati dingin (tenang) berkomunikasi dengan pasangan anda, sementara Anda juga tidak ingin memancing pertengkaran dan tidak bisa menahan sabar lagi. Cobalah Anda camkan baik-baik beberapa poin berikut ini, sampaikan dengan jelas pikiran Anda, tapi ingat, jangan bersikap menegasi segala tindakan pihak lain.

1. Sikap dan nada bicara, jauh lebih baik dari segala pemakaian kata-kata.

2. Setiap orang pasti akan salah bicara, jadi penting sekali diperbaiki setelah itu.

3. Sehari-hari harus “menyimpan rasa sayang”.

4. Belajar untuk bisa menerima appearance (penampilan) pihak lain.

Singkatnya, untuk memiliki sebuah keluarga yang hangat dan harmonis dibutuhkan usaha bersama dari segenap anggota keluarga.(NTDTV/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular