Oleh Wen Pu

Baru-baru ini, media Hongkong ‘Cheng Bao’ terus memuat artikel yang membombardir anggota Komite Tetap Partai Komunis Tiongkok/PKT, Zhang Dejiang.  Zhang Dejiang selama ini dikenal sebagai  salah seorang  anggota kelompok Jiang Zemin.

Dua orang wartawan asal Tiongkok yang berada di perantauan percaya bahwa rezim Xi Jinping bisa melengserkan Chang Dejiang melalui keputusan Kongres Keenam nanti. Meskipun guncangan politik yang terjadi karenanya bisa lebih dasyat daripada melengserkan orang nomor 9 Tiongkok yaitu Zhou Yongkang pada masa Hu Jintao masih berkuasa.

Pada 7 Oktober, Guo Baosheng seorang kolumnis dan kritikus politik di media Taiwan ‘Min Bao’ asal mahasiswa Beijing dan menjadi aktivis setelah ‘4 Juni Insiden Tiananmen’, menyajikan sebuah tulisan di akun Twitter yang merupakan analisis pendapatnya bersama mantan asisten ‘New York Times’ Beijing bernama Zhao Yan atas sejumlah berita di media “Cheng Bao’ Hongkong yang ‘membombardir’ Zhang Dejiang berikut jajarannya.

Mereka berpendapat bahwa media Hongkong ‘Cheng Bao’ yang pro rezim Xi Jinping itu kalau tidak memiliki sandaran yang kuat pasti tidak akan berani mengkritik Kepala Kantor Penghubungan Pemerintah Pusat dengan Daerah Administratif Khusus Hongkong Zhang Xiaoming, Chief Executive Hongkong Leung Chun-ying, bahkan sampai anggota Komite Tetap PKT Zhang Dejiang.

Jadi menurut mereka, kekuatan yang berada di belakang ‘Cheng Bao’ itu pasti lebih besar daripada  yang dimiliki Zhang Dejiang. Lalu siapa lagi kalau itu bukan Xi Jinping dan Wang Qishan ?

Kedua wartawan tersebut sependapat bahwa karena target yang dituju adalah untuk melengserkan Zhang Dejiang dari jabatannya. Sebagai orang ketiga di republik, tentu guncangan politik yang yang mungkin saja muncul bisa lebih dashyat daripada saat penangkapan Zhou Yongkang dan Bo Xilai di waktu lalu. Hanya karena Xi Jinping adalah termasuk ‘Generasi Merah kedua’ lah yang menunjang keberaniannya untuk melakukan pendongkelan tersebut.

Tetapi, membutuhkan alasan untuk melengserkan Zhang Dejiang. Seperti halnya pada saat menangkap Bo Xilai dan Zhou Yongkang. Mereka itu ditangkap dengan alasan ada dugaan kudeta seperti yang disampaikan oleh Wang Lijun kepada AS melalui Konsulat mereka di Tiongkok.

Itu merupakan rentetan dari insiden Wang Lijun. Hanya saja perbedaannya adalah pada saat itu, memang tidak satu pun orang yang mengetahui Wang Lijun bisa melakukan hal itu. Tetapi sekarang tidak sama, di mana ‘Cheng Bao’ memiliki target yang ingin dicapai. Ia secara terus menerus mengungkap berita-berita yang tidak menguntungkan Zhang, sama seperti dengan masalah ‘Panama Paper’, setiap hari ada saja hal baru yang diungkapkan oleh ‘Cheng Bao’.

Dari awalnya melakukan kritikan tajam terhadap  Zhang Dejiang yang berkolusi dengan ‘penguasa’ Hongkong Zhang Xiaoming dan Leung Chun-ying untuk membuat suasana kacau di Hongkong, lalu membeberkan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh NPC (Kongres Nasional Rakyat RRT) bersama Kantor Penghubung Pemerintahan Pusat – Hongkong, sampai mengungkapkan masalah yang berkaitan dengan kesalahan Jia Qinglin, mantan anggota Komite Tetap fraksi Jiang Zemin.

Percaturan politik ini besar dan kompleks, tampaknya Xi Jinping ingin menggunakan media ‘Cheng Bao’ sebagai alat penbobrak, setelah Kantor Penghubung Pemerintah Pusat – Hongkong terterobos lewat isu-isu politik, maka Zhang Dejiang bisa dilengserkan, setelah itu seluruh antek-antek Jiang yang masih bercokol akan lebih mudah untuk disingkirkan.

Hampir semua lembaga pemerintahan di Hongkong saat ini dikendalikan oleh kaki-tangan dari Zhang Xiaoming dan Leung Chun-ying, Pejabat yang diutus ke Hongkong oleh otoritas Beijing sekarang adalah pejabat yang mau mendengarkan arahan Zhang Dejiang. Akibatnya, suara Xi Jinping sama sekali tidak sampai ke  Hongkong. Sehingga Hongkong menjadi daerah administrasi khusus yang sulit ditembus oleh kekuatan di luar Zhang Dejiang’.

Zhao Yan percaya bahwa Xi Jinping besar kemungkinan bisa melengserkan Zhang melalui putusan yang dikeluarkan dalam Kongres Keenam, sehingga nama Zhang tidak lagi muncul di Sidang Paripurna ke 19 tahun depan. tampaknya langkah ke arah sana sedang dipersiapkan.

Mereka berpendapat, Xi Jinping bisa saja menangkap mereka dengan alasan isu-isu korupsi, tetapi mereka tidak akan hanya berdiam tanpa perlawanan. Zhang Xiaoming mungkin akan melarikan diri ke Keduber AS untuk meminta suaka, Leung Chun-ying ke Kedubes Inggris, dan Zhang Dejiang lari ke Korut, karena mereka bersahabat dengan Kim Jong-un yang memiliki senjata nuklir, lalu meminta satu atau dua butir senjata nuklir itu diluncurkan ke daerah di propinsi Timur Laut Tiongkok.

Mereka berpendapat bahwa pembombardiran yang dilakukan ‘Cheng Bao’ saat ini hanya sebagai tanda dimulainya sebuah drama politik yang memiliki guncangan tidak kalah dasyat dengan yang terjadi setelah muncul insiden Wang Lijun tahun 2012. Jadi tontonan masih ada di belakang.

Baik Zhang Dejiangm Liu Yunshan maupun Zhang Gaoli adalah anggota fraksi Jiang Zemin yang sengaja disusupkan ke Kabinet Xi Jinping melalui Sidang Paripurna ke 18. Mereka jelas adalah  perwakilan Jiang dan berupaya melalui berbagai cara dan wewenang di tangan mereka untuk mengganggu jalannya pemerintahan Xi Jinping demi kepentingan Jiang Zemin.

Sebelum Sidang Paripurna ke 18, Jiang Zemin, Zeng Qinghong, Bo Xilai, Zhou Yongkang dan lainnya berkonspirasi untuk mengambil alih kekuasaan, berencana untuk mengalihkan kekuasaan dari tangan Xi Jinping kepada Bo Xilai setelah 2 tahun Xi menjabat sebagai kepala negara menggantikan Hu Jintao. Namun insiden Wang Lijun membuat skanario mereka berantakan dan diikuti dengan kerjasama Hu Jintao dengan Xi Jinping untuk melengserkan dan nangkap Bo Xilai.

Setelah Sidang Paripurna tersebut, Hu Jintao menyerahkan seluruh wewenang kepada Xi Jinping, Xi lalu memulai menggerakan ‘Perburuan Harimau’ untuk membasmi korupsi, menangkap ketiga orang kepercayaan Jiang Zemin yaitu Zhou Yongkang, Xu Caihou dan Gua Boxiong. Lalu menguasai kembali Kantor Dinas Keamanan dan Ketertiban Publik, Angkatan Kepolisian Bersenjata Tiongkok serta wewenang militer yang sudah dikuasai oleh kaki tangan Jiang Zemin selama lebih dari 20 tahun.

Liu Yunshan yang mengendalikan Departemen Propaganda Tiongkok sedang mengalami pengurangan peran, dan Zhang Dejiang yang mengendalikan NPC sekarang juga sedang menghadapi hal yang sama. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular