JAKARTA – Belum lama ini ramai dikabarkan tentang peredaran permen jari yang disebut mengandung narkoba di Tangerang, Banten. Permen ini diketahui sudah beredar di daerah Kecamatan Ciledug, Kecamatan Karang Tengah, dan Kecamatan Larangan.

Kabar yang beredar juga menyebutkan permen ini diduga mengandung narkoba. Atas kejadian ini, Rabu (12/10/2016) Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1-Informasi mengenai produk Permen Jari mengandung narkoba ini berasal dari laporan masyarakat kepada Puskesmas di Ciledug bahwa anaknya tidur selama 5 jam setelah mengonsumsi permen tersebut pada hari kedua. Kejadian ini baru dilaporkan di daerah Tangerang dan belum ada laporan kejadian di tempat lain.

2-Pada data Badan POM, produk  terdaftar sebagai Permen Jari Aneka Warna dengan Nomor Izin Edar BPOMRI ML 824409085492; Importir PT. RIZKY ABADI JAYA ANUGERAH Jakarta Utara dan produsen Chaozhou Chaoan Wangging Foods China.  Izin edar diterbitkan Badan POM setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi serta label. Database importasi menunjukkan produk tersebut diimpor melalui Jakarta dan Medan pada 2016.

3-Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kejadian tersebut di atas, dan untuk melindungi masyarakat dari produk yang berisiko terhadap kesehatan, Badan POM  telah melakukan penelusuran dan mengambil sampel ke sekolah di wilayah Ciledug dan Karang Tengah, dan saat ini sedang dilakukan pengujian laboratorium.

4-Pada 10-11 Oktober 2016 Badan POM telah memeriksa PT. Rizky Abadi Jaya Anugerah selaku importir. PT. Rizky Abadi Jaya Anugerah membenarkan bahwa produk Permen Jari Aneka Warna merupakan produk yang diimpornya. Pihak importir akan melakukan tindak lanjut serta klarifikasi kepada produsen di Tiongkok.

5-Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan kesehatan masyarakat, Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk permen yang diduga mengandung narkoba.

6-Badan POM akan terus memantau perkembangan isu ini dan mengambil langkah hukum jika terbukti melanggar peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya juga beredar pesan berantai terkait permen jari ini, berikut isi broadcastnya:

“Info dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Permen jari ditemukan di sekolah daerah Ciledug. Anak yang mengkonsumsi permen ini tertidur selama 2 hari. Seperti orang kecanduan, minta-minta permen jari. Sekarang dalam penyelidikan. Mohon hati-hati buat kita semua. Mohon bu guru dan para orang tua minta tolong agar anak-anak dilarang jajan sembarangan di abang-abang yang jualanannya aneh-aneh.”

(asr)

Share

Video Popular