Oleh: Lin Zhongyu

Data yang diungkapkan media Inggris, anti-korupsi yang dicanangkan Xi Jinping tidak memuaskan hasilnya, sebagian besar pejabat korup belum dikenai sanksi hukum. Menurut pandangan dunia luar sejak awal, bahwa ada dua faktor utama dalam pemberantasan korupsi Xi Jinping.

Studi terbaru menyebutkan, gerakan anti korupsi yang dicanangkan Xi Jinping sepertinya tidak mencapai target sebagaimana yang diharapkan, demikian dilansir dari laman “Financial Times”, Senin (10/10/2016).

Laporan tersebut mengatakan, gerakan anti korupsi yang dicanangkan Xi Jinping adalah yang paling kuat dan berdampak besar sejak kematian Mao Zedong pada 1976 silam. Namun, sebuah studi terbaru menyebutkan, bahwa cukup banyak netizen yang menyatakan pemerintah pusat lebih korup dari pemerintah daerah. Sementara kemungkinan pejabat Tiongkok yang dijerat dengan sanksi hukum karena korupsi itu masih sangat kecil.

Laporan tersebut mengatakan, tiga tahun pertama sejak kampanye anti-korupsi, kurang dari 36.000 anggota partai diserahkan kepada penuntut pengadilan Tiongkok, atau hanya sekitar 0,5% dari 7,5 juta pejabat Tiongkok.  Dan pada periode yang sama, meskipun ada 750 ribu kader Partai Komunis Tiongkok/PKT yang dikenai sanksi disiplin. Namun, ahli yang meneliti tentang mekanisme disipilin PKT menekankan, bahwa sebagian besar pejabat yang terlibat kasus seperti ini hanya mendapatkan peringatan atau sanksi disiplin.

Sebelumnya telah cukup banyak dianalisi terkait pemberantasan korupsi Xi Jinping yang tidak sesuai dengan target semula.

Dalam surat terbukanya untuk Xi Jinping yang dipublikasikan di media Hongkong pada 17 Agustus lalu, Luo Yu, putra dari almarhum jenderal Luo Ruiqing PKT mengatakan, bahwa korupsi masih belum juga tuntas setelah Xi Jinping berkuasa, karena masih banyak harimau (koruptor) yang lebih besar yang belum tersentuh hukum. Ia berharap Xi Jinping sesegera mungkin menangkap Jiang Zemin.

“Anda mengatakan anti-korupsi, pejabat elite politik seperti Zhou Yongkang, Bo Xilai, Ling Jihua dibawa ke jeruji besi, namun segenap sistem birokrasi tidak berkembang ke arah yang bersih. Karena masih ada koruptor yang lebih besar belum terjerat hukum. Para pejabat korup tidak takut karena ada sandaran. Sehubungan dengan ini, rakyat akan bertanya-tanya apakah Anda benar-benar anti-korupsi. Hanya dengan mengumumkan kejahatan korupsi para elite tertinggi, kejahatan terhadap kemanusiaan, Anda baru bisa secara bertahap menangani hal terkait dengan baik,” kata Luo Yu.

Menurut artikel tersebut, jika hendak menangani akar masalah Tiongkok, selain menangkap Jiang Zemin yang merupakan koruptor di balik layar, juga harus berani meninggalkan PKT, serta ideologinya yang menciptakan kepalsuan, kejahatan dan kekerasan, sekaligus memulihkan budaya Tiongkok ortodoks dan gaya kepemimpinan pejabat daerah yang jujur bersih. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular