Dalam buku terbarunya, “A Mind of Your Own: The Truth About Depression and How Women Can Heal Their Bodies to Reclaim Their Lives”, Dr. Kelly menunjukkan bahwa dengan mengobati peradangan dan gangguan fungsi sistem kekebalan dalam tubuh, maka pikiran benar-benar dapat sembuh.

Dalam suatu kesempatan, Epoch Times melakukan wawancara dengan Dr. Kelly Brogan mengapa ia melakukan model pengobatan yang berbeda dan apa risiko obat psikiatri yang berbahaya yang jarang diberitahu oleh dokter kepada pasiennya.

Epoch Times: Gagasan bahwa depresi bermanfaat adalah perubahan besar dari budaya yang selama ini kita percayai.

Dr. Brogan: Selama beberapa tahun terakhir saya sudah menyelami pengalaman spiritualitas yang telah memberi masukan terhadap cara saya berpraktek. Kesedihan dan sakit hati yang dialami manusia adalah pintu untuk lebih mengaktualisasi diri.

Jadi ketika kita menghadapi sesuatu dari tubuh, pikiran, dan jiwa kita maka itulah saatnya kita perlu meninjau kembali tubuh, pikiran, dan jiwa kita, namun kita seringkali tidak menghiraukannya dan kita seringkali tidak tahu bagaimana cara menghiraukannya.

Sebagian besar pendekatan yang saya lakukan adalah untuk bertanya dan melihat gejala.

Apakah Anda menderita kekurangan vitamin B12 akut karena Anda adalah seorang vegetarian selama 27 tahun di mana vegetarian bukanlah diet yang tepat untuk Anda. Saya melakukan seluruh perbaikan untuk pasien saya, mulai dari pelembab yang dioles di wajahnya, hubungan dengan orang lain, karier, dan lingkungan rumahnya.

Epoch Times: Bagaimana jika pasien Anda mengatakan ia lebih baik mengonsumsi obat psikiatri?

Dr. Brogan: Itu tergantung pada apa tujuan Anda, dan itu sebabnya saya percaya bahwa pola pikir adalah segalanya. Jika Anda yakin, seperti yang saya lakukan, bahwa tubuh memang mengalami cacat, bahwa tubuh adalah sebuah mesin untuk dikelola, dan jika saya tidak mengambil keuntungan apa pun yang ditawarkan oleh industri farmasi, maka Anda boleh benar-benar menyesal karena sesuatu yang sangat berbahaya terjadi, maka obat antidepresan tampaknya cocok untuk Anda, karena Anda tidak cocok untuk proses yang saya tawarkan.

Kita tahu dari menjelajahi literatur bahwa obat antidepresan sangat meningkatkan efek plasebo aktif yang didorong oleh iklan kepada konsumen. Kami tahu obat antidepresan yang memberi ketenangan atau yang memberi semangat memiliki efek kimia yang tidak terduga dalam jangka waktu yang pendek yang dialami beberapa orang secara kebetulan.

Di dalam literatur disebutkan bahaya mengonsumsi obat antidepresan, yaitu terjadi keadaan di mana pasien terus bergerak dan tidak dapat diam untuk beristirahat. Ini berarti bahwa Anda mungkin saja sebagai orang yang baik-baik saja, namun setelah Anda mengonsumsi beberapa dosis obat antidepresan selama beberapa minggu, Anda mungkin dapat melakukan tindakan pembunuhan yang keji atau bunuh diri. Ini bukan fenomena yang langka. Tampaknya banyak pasien memiliki enzim hati yang berbeda yang menyebabkan pasien menjadi keracunan setelah mengonsumsi beberapa dosis obat antidepresan, tetapi tidak ada seorang psikiater di Bumi ini yang melakukan skrining terhadap fungsi hati pasien untuk mendeteksi enzim hati yang berbeda ini sebelum memberikan obat antidepresan kepada pasiennya.

Seluruh masyarakat kita menderita akibat efek obat antidepresan. Saya menantang siapa pun untuk menonton berita utama media tindakan kekerasan yang keji, karena semua kasus ini dilakukan oleh orang yang mengonsumsi obat psikotropika. Saya menentang hal ini terjadi.

Lihatlah setiap peristiwa penembakan di sekolah, setiap kasus pembunuhan bayi, pilot maskapai Wings milik Jerman, peristiwa di Munich, atau peristiwa di Nice, pelakunya adalah orang yang baru mulai mengonsumsi obat psikotropika, orang yang mengubah dosis obat psikotropika, atau orang yang menurunkan dosis obat psikotropika secara mendadak. Ini adalah fenomena di mana media tidak bersedia untuk menghubungkan benang merah karena akan mengakibatkan penghentian total pemberian resep obat psikotropika.

Epoch Times: Jika seseorang memutuskan untuk tidak mengonsumsi obat psikotropika ini lagi, apakah penghentian obat psikotropika secara tiba-tiba dapat memperparah dan bahkan berbahaya. Bagaimana Anda mengobati pasien yang putus obat dengan aman?

Dr. Brogan: Saya telah belajar keras untuk mempelajari proses putus obat psikotropika yang memerlukan waktu bertahun-tahun pada sebagian besar kasus. Untuk putus dari obat Zoloft 100mg paling cepat memerlukan waktu satu setengah tahun.

Ini adalah salah satu kisah yang tak masuk hitungan dari pengobatan obat psikotropika. Bukan hanya untuk obat antidepresan. Tidak banyak dokter yang ahli dalam memutuskan obat psikotropika. Bahkan, pasien dan aktivis lebih ahli dalam pengobatan pemutusan obat dibanding dokter. Saya baru saja meluncurkan kursus online Vital Mind Reset untuk memberdayakan orang untuk melakukan ini sendiri.

Sebagian besar merupakan gerakan dorongan yang sangat sabar, dan itu benar-benar kesempatan bagi Anda untuk belajar tentang hubungan Anda dengan obat psikotropika. Anda harus lebih sering mencari tahu langkah apa yang cocok dan bermanfaat untuk Anda.

Saya sangat percaya untuk memulihkan ketahanan fisiologis tubuh melalui pengeluaran racun dan perubahan pola makan sebelum pasien memulai proses, dan saya tidak pernah menghentikan obat psikotropika secara tiba-tiba kecuali pasien melakukan sendiri seratus persen dengan prinsip-prinsip yang saya anjurkan selama 30 hari.

Epoch Times: Intinya adalah kesabaran dan komitmen untuk gaya hidup baru.

Dr. Brogan: Tepat. Cintalah diri Anda sendiri adalah inti dari banyak pengalaman depresi.(Epoctimes/Conan Milner/Vivi)

Dr. Kelly Brogan memiliki sertifikat dalam bidang psikiatri, kedokteran psikosomatik, dan pengobatan holistik integratif.

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular