Kementerian Dalam Negeri Inggris baru-baru ini melaporkan bahwa jumlah kejahatan warga Inggris dan Wales akibat rasa benci langsung meningkat sebanyak 41 % dari angka tahunannya hanya terjadi dalam sebulan setelah Referendum Brexit yang diselenggarakan pada 23 Juni tahun ini.

Data menunjukkan bahwa isu sama yang tercatat pada Juli 2016 adalah 5.468 kasus, naik dari bulan Juli 2015 yang 3.886 kasus. Meskipun pada Agustus tahun ini angkanya sedikit menurun, tetapi masih juga lebih tinggi daripada bulan-bulan sebelum referendum.

Menurut data yang dikumpulkan oleh kantor kepolisian, angka kejahatan akibat rasa benci pada 2015 – 2016 yang berjumlah 62.518 kasus, telah mengalami kenaikan sebanyak 19 % dari 2014 – 2015. 79 % di antaranya terkait dengan kebencial rasial, 12 % adalah yang terkait dengan kekerasan seksual, 7 % berhubungan dengan agama/kepercayaan, 6 % merupakan kejahatan menyerang orang cacat, dan 1 % yang terkait dengan transgender.

Seorang wanita asal Polandia bernama Ewa Banaszak bersama keluarganya telah tinggal di Plymouth Inggris selama 9 tahun. Tiba-tiba menemuai sebuah bangunan yang terletak di halaman belakang rumahnya dibakar orang pada Juli yang lalu. Hal itu membuat ia dan anggota keluargannya takut. Bahkan tidak berani keluar rumah, menggunakan bahasa Polandia dalam berkomunikasi dengan  anggota keluarga saat sedang berada di luar rumah.

Ewa mengatakan bahwa serangan yang berasal dari rasa benci atau permusuhan rasial yang ia dan kerabatnya hadapi di hari-hari seusai referendum Brexit meningkat secara signifikan. Bahkan keluarganya menerima surat yang berisikan tulisan yang penuh dengan serangan kebencian.

Tapi meskipun ia dicaci dengan “pulang saja ke negara mu”. Ewa menganggap dirinya adalah bagian dari  Inggris, dan Inggris adalah rumahnya. Oleh karena itu ia tidak berniat untuk kembali ke Polandia.

Home Secretary UK Amber Rudd mengatakan bahwa pemerintah Inggris bertekad untuk menyapu bersih para pelaku kejahatan dengan melampiaskan kebencian kepada orang lain, tidak akan membiarkan tulisan atau ucapan-ucapan yang tidak pantas digunakan untuk menyerang orang lain. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular