TEI 2016 Optimis Buka Peluang Pasar Ekspor IKM

432
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Ketua Umum Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyaksikan penandatanganan 10 kontrak dagang dari program misi pembelian (buying missio) pada Jumpa Pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta, 12 Oktober 2016. (Dokumentasi Kementerian Perdagangan RI)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian aktif mendukung berbagai kegiatan promosi khususnya yang bertujuan untuk memperluas pasar produk-produk unggulan industri dalam negeri. Melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016, diharapkan dapat membuka peluang pasar ekspor khususnya bagi industri kecil dan menengah (IKM).

“Peluang itu terbuka dari para buyer, terutama yang berasal dari luar negeri. Ajang ini juga sekaligus menjaring investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Jumpa Pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Turut hadir dalam jumpa pers, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membuka secara resmi pameran perdagangan berskala internasional tersebut.

Menperin menilai TEI mampu menjadi wahana untuk memperkenalkan potensi dan kemampuan industri dalam negeri yang memiliki daya saing tinggi baik di pasar domestik maupun global. Menurut Airlangga, kegiatan pameran ini juga diharapkan dapat mendorong percepatan industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah produk industri sehingga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

Mengenai aspek perdagangan internasional, nilai ekspor industri pengolahan dalam negeri pada Agustus 2016 mencapai USD 9,46 miliar atau tumbuh 33,28 persen dibandingkan Juli 2016. Adapun Industri yang mencatat surplus terbesar pada bulan Agustus 2016 adalah sektor makanan sebesar USD 1,24 miliar dan diikuti sektor pakaian jadi sebesar USD 610 juta.

Apabila dilihat dari negara tujuan ekspor yang terbesar untuk industri pengolahan dalam negeri, yaitu Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar USD 1,32 miliar, Jepang USD 853 juta, dan Tiongkok USD 887 juta pada bulan Agustus 2016.

Airlangga juga mengatakan, pihaknya tengah mendorong IKM nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi sambil mencari pasar ekspor baru yang potensial seperti Afrika dan Amerika Latin. “Kami akan mendorong IKM untuk peningkatan kapasitas, memfasilitasi akses pembiayaan, peralatan, teknologi, dan standarisasi,” sebutnya.

Menurut Airlangga, kedua negara tersebut saat ini membutuhkan beberapa produk unggulan industri nasional seperti produk garmen, mebel, serta kertas.Pada TEI tahun ini, Airlangga menyampaikan, beberapa produk IKM yang menjadi andalan untuk diperluas pasar ekspornya, antara lain fashion, mebel, makanan dan minuman, perhiasan dan minyak atsiri.

“Untuk itu, kami meminta kepada pelaku IKM nasional untuk terus berinovasi dan berpromosi agar produknya diminati dan dikenal luas di pasar internasional. Dan, yang terpenting lagi adalah penguatan branding,” tegasnya. (asr)