Oleh: Lin Yan

Venus, yang juga dikenal sebagai “morning star”(bintang kejora/fajar) merupakan sebuah bintang yang paling terang di langit, dan bintang yang dikenal masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan menemukan sinar X-misterius yang dipancarkan oleh Venus, namun, sebabnya masih membingungkan ilmuwan.

Dalam studi yang dipublikasikan American Astronomical Society di “Astronomical Journal” baru-baru ini disebutkan, bahwa ketika Venus melintasi Matahari pada Juni 2012 lalu. Astronom dari Italia National Institute for Astrophysics (INAF) menemukan diameter Venus yang diamati di bawah sinar X itu jauh lebih besar 150 km daripada Venus yang pernah diamati pada umumnya.

Para ilmuwan sangat terkejut melihat fenomena ini, awalnya dikira akibat kesalahan perangkat. Namun, ilmuwan mengesampingkan kemungkinan dari kesalahan tersebut setelah menggabungkan data observasi Hinode Solar-B (sejenis satelit eksplorasi matahari) dan Solar Dynamics Observatory (SDO) serta hasil pembandingan pengamatan tahun 2001 dan tahun 2006, dan mereka memastikan ctra sinar X Venus memang tidak biasa.

Ilmuwan menulis dalam sebuah laporan studinya, “Tidak bisa menjelaskan secara pasti sebabnya. Menurut perkiraan kami, mungkin berhubungan dengan efek sebaran di daerah magnetotail Venus.”

Dari hasil pengamatan astronomi diketahui, Venus memiliki medan magnet, tapi jarak dan gelombang di area medan magnetnya sangat panjang di bawah pancaran energi yang kuat dari matahari. Ketika Venus bergerak di angkasa, medan magnetnya terlihat seperti segaris ekor yang panjang-panjang, sehingga digambarkan sebagai magnetotail atau “ekor magnet.”

Sebenarnya, medan magnet Venus juga penuh misteri. Pada tahun 2012 lalu, astronom menemukan ekor magnet dalam keadaan rekoneksi medan magnetik, artinya medan magnet Venus juga menuju ke medan magnet Matahari, Bumi dan planet-planet lain yang mengalami perubahan energi yang relatif kuat.

Sejauh ini belum diketahui secara jelas fenomena konkret seperti apa dari rekoneksi dalam medan magnetik Venus ini. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular