Beberapa waktu lalu juri pengadilan Missouri memerintahkan Johnson & Johnson untuk membayar 55 juta dolar AS kepada seorang wanita yang mengaku menggunakan produk bedak talek  Johnson & Johnson yang mengakibatkannya menderita kanker ovarium. Johnson & Johnson juga kalah dalam kasus lain sehingga harus membayar 72 juta dolar AS, dan sekarang harus menghadapi 1.200 tuntutan hukum lainnya yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya mengetahui bahwa produknya menyebabkan konsumen berisiko menderita kanker tetapi tidak memberi peringatan kepada konsumen.

21.000 wanita di Amerika Utara menderita kanker ovarium setiap tahun, tetapi tidak ada yang tahu apa penyebabnya. Masalahnya kanker ovarium jarang menyebabkan gejala awal. Kanker ovarium baru menimbulkan gejala jika telah menyebar ke luar ovarium, sehingga membunuh sebagian besar wanita penderita dan merupakan penyebab utama kelima penyebab kematian akibat kanker di kalangan wanita.

Banyak wanita menggunakan bedak talek untuk dirinya sendiri atau bayinya, atau menaburkan bedak talek pada pembalut, diafragma atau kondom. Bedak talek dapat melewati vagina, rahim dan tuba fallopian yang terhubung dengan ovarium. Bedak talek dapat menyebabkan kanker ovarium dengan cara mengubah kekebalan tubuh si wanita untuk menyebabkan peradangan. Kekebalan tubuh yang terlalu aktif dapat menyerang sel tubuh Anda sendiri dengan cara yang sama seperti membunuh kuman, sehingga merusak DNA tubuh sendiri sehingga menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali yang disebut kanker.

Mengapa talek adalah penyebab

Talek adalah mineral yang ditambang untuk membuat bedak talek yang dapat terkontaminasi dengan asbes, yang dikenal sebagai penyebab kanker. Pada sebuah kertas yang ditemukan pada tahun 1971 tertulis partikel talek tertanam pada 75 persen tumor ovarium yang diteliti. Kontrol kualitas yang ketat terhadap bedak talek untuk kosmetik dilakukan pada tahun 1976, dan American Cancer Society menyatakan bahwa “Semua produk bedak talek yang digunakan di rumah-rumah di Amerika Serikat telah bebas asbes sejak tahun 1970-an”.

Selama Perang Dunia II, pembuat kapal yang tahan api dengan cara disemprot dengan asbes dan sebagai akibatnya, menderita kanker paru beberapa tahun kemudian. Pekerja yang merokok adalah orang yang paling cenderung menderita kanker paru. Ketika partikel asbes masuk ke paru-paru, kelenjar khusus yang melapisi saluran bronkial yang membawa udara ke dan dari paru-paru akan menghasilkan sejumlah besar lendir. Kemudian rambut-rambut kecil yang disebut silia, yang melapisi saluran bronkial, menyapu dan memindahkan partikel tersebut dan lendir secara teratur ke dalam mulut di mana akan ditelan sehingga tubuh bersih dari partikel tersebut.

Asbes terlihat seperti kawat berduri di bawah mikroskop. Partikel asbes yang berduri menempel pada lapisan paru-paru, sehingga mencegah silia menyapu untuk menyingkirkan asbes ke dalam mulut. Merokok melumpuhkan dan menghancurkan silia sehingga Anda tidak dapat menyingkirkan partikel asbes yang berduri itu dari paru-paru Anda. Secara teoritis, menghirup bedak talek dapat menyebabkan kanker paru walaupun tidak terkontaminasi dengan asbes, tetapi American Cancer Society menyatakan bahwa, “Tidak ada peningkatan risiko kanker paru-paru yang telah dilaporkan akibat penggunaan bedak talek sebagai kosmetik”.

Studi kanker ovarium

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menggunakan bedak talek secara teratur selama bertahun-tahun telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ovarium, tetapi penelitian yang lebih besar dan terbaru menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan bedak talek dengan kanker ovarium. Nurses Health Study yang diikuti lebih dari 120.000 wanita selama 20 tahun tidak menemukan hubungan antara bedak talek dengan kanker ovarium. Sebuah penelitian tindaklanjut dua tahun lalu juga melaporkan tidak ada hubungan antara bedak talek dengan kanker ovarium.

Tidak ada manfaat dari bedak bayi atau bedak tubuh

Saat ini, sebagian bedak tabur bayi dan bedak tubuh terbuat dari tepung jagung, yang belum dikaitkan dengan kanker. Namun, American Academy of Pediatrics menganjurkan orang tua tidak menggunakan semua jenis bedak bayi karena menyebabkan masalah pernapasan, dan menyarankan bahwa salep seng berbasis oksida lebih aman dan lebih efektif. Juga, harus diwaspadai bahwa produk kosmetik seperti bedak wajah dan rias mata tidak perlu ditinjau atau disetujui oleh FDA.

Bedak bayi tidak akan mencegah Anda supaya tidak berkeringat dan tidak akan membuat kulit Anda kering selama beberapa menit jika Anda berkeringat. Meskipun tidak ada data yang menunjukkan bahwa bedak talek atau tepung jagung yang bebas asbes menyebabkan kanker ovarium, saya tidak mengerti mengapa Anda masih tetap menggunakannya. Menghirup semua jenis bedak ke dalam paru-paru akan meningkatkan risiko menderita penyakit paru kronis.(Epochtimes/Gabe Mirkin/Vivi)

Dr. Gabe Mirkin, M.D., telah praktek sebagai dokter selama lebih dari 50 tahun. Ia memiliki sertifikat di bidang kedokteran olahraga, alergi dan imunologi, ilmu penyakit anak, dan imunologi anak.

Share

Video Popular