DENPASAR – Pencarian korban hilang terkait runtuhnya jembatan yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Kabupaten Klungkung, Bali, dihentikan karena tidak adanya laporan korban hilang dari masyarakat sekitar, pada Senin (17/10/2016).

“Pada rapat koordinasi antara Bupati Klungkung, BPBD Klungkung, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Kantor SAR, Dinas PU dan perbekel Desa Nusa Penida dan Nusa Ceningan maka pencarian korban dihentikan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya.

Menurut Sutopo, korban runtuhnya jembatan adalah 8 orang meninggal dunia, 34 orang luka-luka yang semuanya sudah pulang dari puskesmas. Pada saat itu sebanyak 17 sepeda motor yang kecebur di laut semuanya sudah diangkat.

Sedangkan korban meninggal akibat peristiwa ini telah diserahkan pada pihak keluarga. Semua korban adalah warga Desa Jungut Batu dan Desa Nusa Lembongan. BPBD masih di lokasi untuk melakukan rapat koordinasi penanganan korban dan perbaikan darurat jembatan. Kapal Basarnas masih berada di lokasi.

Sebanyak 8 korban meninggal yang sudah berhasil diidentifikasi adalah:

  1. Wayan Sutamat, 49, asal Jungut Batu.
    2. Putu Ardiana, 45, Lembongan.
    3. Ni Wayan Merni, 55, Jungut Batu.
    4. I Putu Surya, 3, Jungut Batu,
    5. I Gede Senan, 40, Kutampi Np.
    6. Ni Wayan Sumarti, 56, Dusun Klatak.
    7. Ni Putu Krisna Dewi, 9.
    8. Ni Kadek Mustina, 6.

Jembatan Kuning atau dikenal Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan runtuh pada Minggu (16/10/2016) pukul 18.30 Wita akibat kabel sling yang terputus. (asr)

Share

Video Popular