- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mantan Wakil Ketua CPPCC, Lin Zhengce Dituntut Penjara Seumur Hidup

Mantan Wakil Ketua The Chinese People’s Political Consultative Conference/CPPCC Provinsi Shanxi Tiongkok, Lin Zhengce yang juga adalah abang dari mantan Direktur Kantor Partai Komunis Tiongkok/PKT Lin Jihua pada 18 Oktober diadili di Pengadilan Jiangsu dan dituntut dengan hukuman seumur hidup.

Lin Zhengce langsung mengaku bersalah dan membuat pernyataan bertobat. Ia merupakan orang kedua dari 3 bersaudara dari keluarga besar Lin yang dijatuhi hukuman oleh pengadilan Tiongkok menyusul Lin Jihua.

Sekarang tinggal Lin Wancheng yang melarikan diri ke AS dengan membawa sejumlah dokumen rahasia PKT yang sedang diupayakan ekstradisi, dan kasusnya masih menjadi misteri.

Kasus Lin Zhengce disidangkan di Pengadilan Menengah di kota Changzhou, Jiangsu, hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup karena Lin Zhengce menyalahgunakan sejumlah jabatannya untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan lain, dan secara langsung atau melalui putranya LinĀ  Hushuai menerima imbalan kekayaan ilegal yang jumlahnya mencapai lebih dari RMB 16.07 juta

Lin Zhengce ditangkap otoritas Beijing pada 19 Juni 2014, setengah tahun lebih awal dari adiknya Lin Jihua yang ditangkap pada 22 Desember 2014. Lin Jihua yang terbukti menerima suap, memperoleh rahasia negara secara ilegal dan menyalahgunakan wewenang telah dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan pada 4 Juli 2016.

Menurut laporan beberapa media bahwa saudara muda dari Lin Jihua yakni Lin Wancheng yang sudah melarikan diri ke AS dengan membawa sejumlah besar dokumen rahasia negara sedang melakukan tawar menawar terhadap tuntutan yang diajukan pihak pemerintah Beijing.

Dari beberapa informasi rahasia yang terkumpul diketahui bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada Lin Jihua mungkin bisa ditinjau kembali untuk diperingan atau bahkan diperberat. Sedangkan terhadap tuntutan hukuman buat Lin Zhengce apakah juga akan terpengaruh oleh perkembangan dari negosiasi antara otoritas Beijing dengan Lin Wancheng, masih menarik untuk disimak lebih lanjut. (sinatra/rmat)