Sesuatu yang mengejutkan saya ketika anak-anak saya mulai bersekolah adalah setelah 6 jam belajar di sekolah, biasanya anak-anak saya yang masih kecil akan menunjukkan mudah tersinggung, kesedihan, dan kelelahan. Mereka umumnya berjuang untuk beralih ke sore hari untuk kegiatan setelah pulang sekolah atau mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Saya sadar adalah tidak bijaksana untuk bersikeras supaya mereka mengerjakan pekerjaan rumah setelah lima menit berada di rumah, atau tidak henti-hentinya bertanya bagaimana mereka di sekolah hari ini. Sebaliknya, saya dengan kasih sayang menyambut mereka kembali ke rumah yang hangat dan memberikan kebebasan untuk bersantai sehingga membuat mereka menjadi anak-anak yang bahagia dan menghabisi waktu di sore dengan lebih baik.

Berikut adalah beberapa ide yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua ketika anak-anak Anda pulang dari sekolah.

Ciptakan suasana rumah yang nyaman untuk beristirahat

Saya teringat pada psikolog dan pembawa acara Dr. Phil yang muncul di “The Oprah Winfrey Show” untuk membahas mengenai hubungan. Dr. Phil berbicara mengenai anggota keluarga harus turut memelihara “suasana rumah yang nyaman untuk beristirahat”.

Saya selalu menyukai pandangan untuk menyediakan “suasana rumah yang nyaman untuk beristirahat” untuk orang yang kita cintai, yang dibutuhkan oleh anak-anak saat mereka pulang sekolah.

Anak-anak sudah terkurung di dalam sekolah, duduk selama berjam-jam, diperintah oleh orang dewasa sepanjang hari, jadwal yang ketat dan sering terburu-buru, dan berada di dalam lingkungan yang membutuhkan kesabaran dan toleransi untuk menyelesaikan tugas.

Sebagai orang tua, daripada terus membuat anak terburu-buru karena dijejali jadwal kegiatan di luar sekolah yang ketat, lebih baik menyambutnya pulang ke rumah dengan kasih sayang dan menyediakan suasana rumah yang nyaman untuknya beristirahat setelah pulang sekolah.

Kehangatan rumah

Keadaan rumah kita dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga kita. Sebuah penelitian di Princeton University Neuroscience Institute menemukan bahwa ruangan rumah yang berantakan membatasi kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian dan memproses informasi.

Anda cenderung tidak butuh penelitian yang memberitahu Anda bahwa bekerja di ruangan yang rapi dan bersih akan mengurangi stres dibandingkan dengan ruangan yang berantakan.

Adalah bermanfaat untuk menyambut anak-anak pulang ke rumah yang rapi dan bersih.
Memutar lagu berirama lembut dan tenang, menyalakan lilin, dan menata pencahayaan lampu dengan baik akan menambah suasana rumah yang tenang dan damai.

Hindari menginterogasi anak

Saya butuh waktu yang agak lama untuk menahan diri tidak menghujani pertanyaan seputar sekolah hari itu kepada anak setelah pulang sekolah (“Bagaimana kamu di sekolah hari ini? Apa yang kamu lakukan saat istirahat? Apakah kamu menikmati makan siang? Bagaimana kelas seni? Apa yang teman kamu lakukan?). Pertanyaan ini cenderung akan melelahkan anak daripada memberinya semangat seperti yang saya pikirkan sebelumnya.

Gantilah pertanyaan yang menginterogasi tersebut walaupun bermaksud baik dengan pelukan dan senyuman, berbicara lembut, dan tindakan dengan tenang. Biarkan anak pulang dan hanya menjadi seorang anak. Seiring berlalunya hari, anak akan berbagi dan berkomunikasi dengan Anda ketika ia sudah siap untuk itu.

Meluangkan waktu untuk versantai

Dulu saya pikir bahwa mengerjakan pekerjaan rumah sedini mungkin supaya cepat selesai, maka anak dapat menikmati sisa hari.

Menunggu terlalu lama supaya anak mulai mengerjakan pekerjaan rumah dapat menyebabkan frustasi sepanjang sore, maka bersantai antara waktu tiba di rumah dengan mulai mengerjakan pekerjaan rumah sangat membantu anak.

Menyambut anak dengan hangat di rumah, menawarkan camilan yang sehat dan air dan membiarkannya bersantai membuat semuanya akan menyenangkan.

Jadwal kegiatan anak jangan berlebihan

Kegiatan setelah pulang sekolah dapat memberikan kesempatan yang luar biasa bagi anak untuk mengeksplorasi minatnya untuk mempelajari hal baru, namun hal ini tidak butuh waktu yang lama, karena waktu yang lama akan memberi dampak buruk terhadap anak.

Sangat selektiflah dalam memilih kegiatan di luar sekolah karena memakan waktu si anak. Jangan sampai kegiatan di luar sekolah memakan waktu si anak untuk bermain dengan bebas yang sangat penting untuk pertumbuhannya.

Semoga Anda dan anak-anak Anda menikmati waktu setelah pulang sekolah!(Epochtimes/Barbara Danza/Vivi)

Share

Video Popular