JAKARTA – Mabes Polri mengkonfirmasi bahwa Sultan Aziansyah (22) terlibat dalam jaringan kelompok radikal Jamaah Ansor Daulah (JAD). Aziansyah dalam perjalanannya pernah bertemu dengan Maman Abdurahman di LP Nusa Kambangan bersama pegiat MMI, Fauzan al-Anshory.

“Jadi terkonfirmasi (SA) kelompok JAD dengan sel-sel teror di Ciamis,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2016).

Menurut Boy, Sultan Aziansyah berinteraksi dengan Fauzan al-Anshori yang diketahui sebagai pimpinan pesantren Ansharullah di Dusun Sembung Jaya, Desa Mekarmukti, Cisaga, Ciamis, Jawa Barat. Sosok Fauzan juga dikenal sebagai aktivis Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Tak hanya berinteraksi secara aktif dengan Fauzan al-Anshory, Sultan Aziansyah juga pernah terdeteksi berkunjung ke LP Nusakambangan bersama Fauzan al-Anshory untuk bertemu dengan Maman Abdurahman yang kemudian melahirkan kelompok JAD.

Pada perjalanannya, kelompok JAD menyatakan berbaiat dengan Daulah Islamiyah yang terdiri dari sempalan kolompok Maman Abdurahman. Faksi lainnya yang ikut bergabung dalam JAD adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)  pimpinan Santoso dan kelompok Al-Muhajirun.

Menurut Boy, Sultan Aziansyah sudah aktif bersama Fauzan Al-anshori sejak Juni 2015. Bahkan, SA pernah mendatangi Pondok Pesantren pimpinan Fauzan Al-anshori di Ciamis pada Oktober 2015. Pada saat itu, Aziansyah sempat dijemput oleh kakaknya yang merupakan sebagai anggota Kepolisian serta dibawa kantor Polisi di Cisaga. Walupun kemudian, Aziansyah sempat melarikan diri.

Lebih rinci Boy mengungkapkan bahwa Sutan sudah terekrut merupakan bagian dari sel-sel jaringan Maman Abdurahman. Bersamaan demikian,  kegiatan SA juga tak terpantau dengan baik oleh keluargan. Bahkan pihak keluarga berusaha melakukan pengawasan, namun selama ini SA cenderung tertutup.

“Jadi (SA) bilang akan bekerja tetapi tidak, jadi sering sekali pergi dari rumah  alasannya ingin ke internet dan sebagainya, ini terungkap dari penyelidikan,” kata Boy.

Sultan Aziansyah dalam aksinya menikam dengan golok terhadap sejumlah aparat kepolisian di Jalan Perintis Kemerdekaan Kawasan Pendidikan Yupentek, Cikokol, Tangerang, Banten, Kamis (20/10/2016).

Polisi yang diserang oleh Sultan Aziansyah adalah Kapolsek Tangerang Kota, Kompol Efendi, Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang Kota dan Stlantas Polsek Benteng, Bripka Sukardi. Sedangkan Aziansyah akhirnya tewas karena kehabisan darah dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Kramat Djati. (asr)

Share

Video Popular