Oleh: LinShiyuan

Pekan lalu, salah satu wahana antariksa ESA  memisahkan diri dari pesawat induk TGO menuju ke permukaan Mars, dan dijadwalkan mendarat di Mars pada Rabu (19/10/2106). Misi wahana ini untuk menjelajahi atmosfer Mars dan mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu dan masa depan di Planet Merah.

Pada 2003 lalu, Inggris pernah mencoba mendaratkan Beagle 2 ke Mars, tapi gagal. Kali ini,  wahana Schiaparelli akan mendarat di Mars dan merupakan program Eropa untuk kedua kalinya sejak saat itu.

Pada 16 Oktober 2016 lalu, Dua wahana antariksa robotika ini menjelajahi luar angkasa bersama-sama, hingga Schiaparelli memisahkan diri dari pesawat induk TGO (Trace Gas Orbiter). TGO telah meninggalkann bumi dan berada di angkasa selama tujuh bulan, wahana ini berjarak sekitar 496 juta kilometer dari bumi.

Pengorbit TGO memiliki misi yang lebih mudah, ia hanya akan untuk mengorbit planet Mars. Sementara Schiaparelli butuh tiga hari untuk mempersiapkan pendaratan yang sempurna.

Saat berada di permukaan Mars, Schiaparelli akan mengumpulkan data ilmiah untuk menandakan struktur atmosfer Mars dan area pendaratan.

Bersamaan dengan itu, pengorbit TGO akan terus mengorbit di sekitar Mars, menganalisis metana dan gas lainnya di atmosfer Mars, untuk  menentukan apakah ada tanda-tanda kehidupan di Planet Merah baik di masa kini maupun masa lalu.

Menurut ilmuwan, zat kimia berupa metana di bumi ini  berhubungan erat dengan kehidupan di Bumi, atau mikroorganisme yang telah punah jutaan tahun silam, membekukkan gas ini di bawah permukaan ; atau suatu organisme yang dapat menghasilkan metana ini masih ada.

Dua wahana antariksa ini diluncurkan pada Maret lalu. Proyek ini merupakan  bagian eksplorasi Mars badan antariksa Eropa berkolaborasi dengan  Badan Antariksa Rusia.

Tujuan utama dari misi ini adalah untuk membuka jalan bagi rover ExoMars pencari kehidupan yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2020. Sesuai namanya, ExoMars adalah misi astrobiologi yang dirancang untuk mengeksplorasi kimia geologi dan mencari tanda-tanda kehidupan.

Umat manusia terus mengeksplorasi  Mars

Pendaratan di Mars adalah misi  yang sangat sulit, tapi umat manusia tak jemu-jemunya terus berupaya mengeksplorasi  Mars. Saat ini,  Curiosity dan  Opportunity milik NASA tengah menjalankan misnya di Mars.

Belum lama ini, Presiden AS Barack Obama mengatakan Amerika Serikat akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menjelajahi  Mars, targetnya akan  menempatkan manusia ke plnaet merah ini pada 2030 mendatang.

Obama mengatakan, tujuan akhir  dari proyek ini diharapkan suatu hari nanti manusia  dapat tinggal untuk beberapa waktu di Mars.

Saat ini, sejumlah proyek swasta dan pemerintah sedang mempelajari bagaimana menempatkan manusia ke Mars, dan SpaceX adalah salah satunya. Jarak antara Mars dan Bumi sekitar 140 juta mil (sekitar 225 juta kilometer), seluruh perjalanan memakan waktu 6-9 bulan. Oleh karena itu, mendarat di Mars akan menjadi program yang penuh tantangan.

“Dijadwalkan pada 2024 nanti akan mengirim  manusia ke Mars. Sementara  NASA  sendiri 10 tahun lebih lambat dari rencananya,” kata Elon Musk, CEO SpaceX.

Ada ahli yang mengkritik rencana yang tidak realistis ini, tetapi ada juga yang memuji  visinya. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular