Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby menanggapi ucapan Presiden Filipina Duterte di Beijing yang mengatakan bahwa Filipina ingin berpisah jalan dengan AS, menegaskan bahwa pemerintah AS menghendaki Duterte menjelaskan secara lebih persis tentang maksud berpisah jalan seperti yang dikatakannya.

Menurut laporan BBC, dalam sebuah forum bisnis yang diselenggarakan di Balai Agung Rakyat di Beijing pada Kamis (20/10/2016) Duterte menyinggung soal rencana untuk berpisah jalan dengan negara sekutu lamanya AS.

Ia mengumumkan bahwa Filipina akan menempuh jalannya sendiri. Duterte juga menyinggung soal keinginannya untuk mengunjungi Rusia, bertemu dengan Presiden Putin.

“Saya ingin memberitahu kepadanya (Putin) bahwa aliansi antara Tiongkok – Rusia – Filipina akan menjadi kekuatan yang cukup mampu untuk bersaing dengan dunia, dan ini adalah satu-satunya cara,” katanya.

Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah Filipina belum secara resmi meminta untuk mengakhiri hubungan kerjasama dalam ekonomi dan keamanan antar kedua negara. Namun dalam konferensi pers John Kirby langsung meminta Filipina untuk memberikan pernyataan yang lebih jelas melalui Asisten Menteri Luar Negeri untuk urusan Asia dan Pasifik AS, Daniel Russel yang akan berkunjung ke Manila pada akhir pekan ini.

John Kirby mengatakan AS sebelumnya tidak tahu Duterte akan mengungkapkan keinginannya untuk berpisah jalan dengan AS, sehingga tidak mengerti maksud sebenarnya dari ucapnya tersebut. Karena itu meminta klarifikasi.

“Tidak hanya kami, tetapi negara sekutu regional kami juga bingung dengan pernyataan itu,” kata Kirby.

Terhadap rencana kunjungan Russel ke Manila, John Kirby mengatakan bahwa hal itu sudah dijadwalkan beberapa bulan sebelumnya, jadi bukan ke Manila karena adanya pernyataan berpisah jalan. Namun bertepatan dengan kesempatan itu, Gedung Putih meminta Filipina dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci atas maksudnya melalui Russel.

Kirby juga menegaskan bahwa AS masih tetap mematuhi semua perjanjian  dengan Filipina karena AS memiliki hubungan dekat dengan rakyat dan pemerintah Filipina. Dan AS tetap berharap hubungan tersebut dapat berkelanjutan.

Menanggapi ungkapan Duterte tersebut yang mungkin akan dikonotasikan sebagai pelemahan pengaruh AS di wilayah Asia Pasifik, John Kirby dalam konferensi pers itu menekankan bahwa AS tidak pernah beranggapan pada hubungan yang “zero sum gam” dengan negara-negara wilayah dan dunia.

“AS menyambut gembira atas pengembangan hubungan yang lebih dekat Filipina – Tiongkok”, katanya.

‘Rebalancing’ juga tidak mengandung maksud yang diarahkan kepada salah satu negara di kawasan tersebut. Pengorbanan-pengorbanan  AS yang lebih besar di bidang termasuk ekonomi dan keamanan untuk wilayah Asia Pasifik adalah untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan negara-negara sekawasan, dan kebijakan tersebut tidak akan berubbah.

Kirby juga menyinggung soal hubungan militer AS dengan Filipina yang sampai saat ini masih dirasakan dekat. Sehingga AS tetap mematuhi komitmennya dan percaya bahwa hubungan AS – Filipina masih kukuh. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular