Ada seorang ibu, tinggal satu atap dengan anak dan menantunya, namun hubungan mereka sangat tegang, terutama ketika anak dan menantunya mengatakan akan pindah keluar, membuat ibu ini sangat marah.

Oleh sebab itu, dia sepanjang hari menangis, asalkan bertemu dengan orang dia akan menangis mengadu bahwa anak dan menantunya tidak berbakti dan berkata, “Anak saya mengganggap saya wanita tua yang sudah tidak berguna”, “Menantu saya meninggalkan saya agar saya cepat mati, karena ingin harta warisan!”

Akhirnya, ada seorang temannya menasehatinya, sehingga dia terpaksa dan dengan enggan membiarkan anak pindah.

Anehnya, dalam beberapa bulan kemudian, ia menemukan keadaan malah lebih baik, anaknya rutin mengunjunginya, sikapnya sangat baik, tak lupa membawa serta cucu, kadang jalan-jalan bersama, bahkan dia melihat menantunya juga tidak tampak begitu menjengkelkan lagi!

Setelah temannya tahu hal tersebut, juga merasa senang, dan mengatakan kepada ibu ini: “Pikiran anakmu sebenarnya sangat sederhana, hanya gaya hidup yang berbeda, ingin pindah, mungkin dia berpikir dengan demikian hubungan satu sama lain akan menjadi lebih harmonis. Apa yang kamu katakan sebagai: tidak berbakti, merasa kamu sudah tua dan cerewet, mengingini hartamu …… sebenarnya bukan pikiran anak dan menantumu, tetapi itu hanya prasangkamu sendiri saja ” Ibu ini segera sadar.

“Berpikir terlalu banyak” maka akan semakin banyak masalah. Hiduplah dengan sederhana, jangan terlalu berprasangka, maka hidup akan menjadi lebih bahagia.

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular