Oleh Xia Yu

Sebanyak 30.000 orang tentara Irak dengan didukung oleh militer koalisi yang dipimpin AS melakukan serangan besar-besaran ke Mosul yang masih dikuasai oleh anggota militan Islamic State/IS. Demi melarikan diri dari kepungan, beberapa militan IS menyamar sebagai wanita dengan mengenakan gaun panjang tetapi tertangkap dalam perjalanan.

Menurut ‘Daily Mail’ bahwa setelah penyerangan tentara irak ke Mosul memasuki hari keempat, pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi menginstruksikan para istri dan teman wanita para militan IS untuk mengungsi dari Mosul. Beberapa anggota militan yang pengecut juga memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri dengan menyamar sebagai wanita.

‘Daily Mail; mengutip ‘the Sun’ memberitakan bahwa 2 orang di antara mereka ditangkap oleh tentara bersenjata Kurdi di dekat Mosul.

Tentara Irak melakukan penyerangan besar-besaran ke Mosul pada 17 Oktober. Mayjen AS, Gary Volesky mengatakan, setiap hari cukup banyak anggota militant IS yang mencoba untuk keluar dari kota Mosul, termasuk para atasan mereka. Tetapi ia menolak untuk menyebut berapa jumlahnya.

Media Irak ‘Al Sumaria’ memberitakan, Baghdadi sudah menginstruksikan supaya para istri atau teman wanita para pimpinan IS segera meninggalkan kota Mosul agar mereka tidak ‘jatuh ke tangan lawan.

Baghdadi saat ini tidak diketahui keberadaannya. Menurut seorang pejabat tinggi Kurdi yang mengutip berita intelijen yang diperoleh seorang anggota militant IS mengatakan bahwa Baghdadi masih tetap berada di Mosul, meskipun ada yang mengatakan bahwa ia sudah pergi ke tempat lain.

Mayjen Gary Volesky juga mengatakan, akan ada sejumlah besar militan berkebangsaan asing yang tetap bertahan di Mosul, karena mereka tidak sebebas militan asal lokal yang lebih mudah untuk menyamar dan melarikan diri. Ia mengatakan, “Militer AS dalam beberapa hari terakhir ini terus melakukan pemboman, sekaligus memberi sinyal kepada mereka bahwa pemimpin kalian sudah meninggalkan lokasi, hanya kalianlah yang tersisa dan akan menjadi target pemboman”.

Ia memperkirakan para militant berkebangsaan asing yang bertahan di Mosul saat ini ada sekitar 3.000 – 5.000 orang.

Analis CNN mengatakan, tentara Irak sudah berhasil mengambil kembali wilayah seluas 100 km2 dari tangan IS. Tentara Irak juga telah membunuh 200 orang militan IS di 15 km luar kota Kristen, Bartalla.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada 20 Oktober menyatakan bahwa serangan ke Mosul memang sengaja dipercepat dari rencananya. Presiden Prancis Hollande mengatakan, sejumlah anggota militan IS kini sudah melarikan diri dan berada ke Raqqa,Suriah, dan hal itu perlu segera dihentikan.

Army General Joseph Votel mengatakan bahwa pertempuran di Mosul mungkin masih bisa berlangsung selama beberapa bulan lagi.

Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak memiliki basis industri dan pertanian yang baik, juga termasuk salah satu daerah penghasil minyak Irak. Sejak yahun 2014 organisasi teroris IS telah menduduki Mosul dan sekarang menjadikan tempat ini sebagai benteng terakhir dari mereka. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular