Kembang kol mengandung vitamin B kompleks dan C, bergizi dan lezat. Selain bisa dikukus, tumis dan digoreng, juga bisa diolah seperti hash brown potatoes (hidangan dari kentang yang diparut atau di cincang dadu lalu di digoreng dengan sedikit minyak),dengan begitu Anda punya banyak pilihan dalam mengolah makanan yang dinginkan sesuai selera.

Bahan:

  • 1 buah kembang kol
  • 1 butir telur
  • 1/2 sdt bawang merah cincang
  • 1/4 sdt garam
  • 1/8 sdt merica
  • 1 / 8 sdt bawang putih bubuk
  • 1 sdt minyak kelapa atau minyak sayur

Cara membuat:

  1. Kembang kol dibelah dua, buang daun bagian bawah.
  2. Parut kembang kol, setelah itu masukkan ke dalam mangkuk.
  3. Kemudian tambahkan telur, bawang cincang, garam, merica dan bawang putih bubuk, lalu aduk merata dengan sendok.
  4. Tuang minyak dalam teflon, setelah itu goreng dulu setengahnya dari adonan , tunggu sekitar 3-5 menit , angat. Kemudian goreng lagi setengahnya. Setelah itu angkat dan siap dinikmati.

Catatan:

Bangsa Barat telah lama menemukan, bahwa sering-sering mengonsumsi kembang kol efektif dalam menyegarkan tenggorokan, melembabkan paru-paru, meredakan batuk, sehingga mereka menjuluknya sebagai “obat mujarab dari Ilahi” dan “dokternya orang miskin”.

Konsumsi dalam jangka panjang dapat mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, kanker kolorektal dan kanker lambung. Menurut American Cancer Society, bahwa diantara sekian banyak sayur maupun buah-buahan, kembang kol, kubis memiliki khasiat yang terbaik dalam melawan kanker, sehingga kembang kol telah dikategorikan sebagai produk makanan anti-kanker, sementara brokoli memiliki khasiat yang manjur dalam membasmi Helicobacter pylori penyebab kanker perut.

Sering-sering mengonsumsi kembang kol atau brokoli dapat membantu Anda melenyapkan gejala edema, membantu menurunkan berat badan. Selain itu, juga mengandung serat makanan yang tinggi, dapat mendorong peristaltik pada sistem pencernaan, membantu membersihkan tinja kadaluarsa, membuang limbah dari dalam tubuh, dan memperbaiki gejala sembelit. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular