Oleh: Chen Gang

Sejenis bakteri yang menyerap uranium radioaktif membuat para ilmuwan percaya bahwa makhluk luar angkasa mampu bertahan hidup hanya dengan menyerap paparan radiasi dari benda luar angkasa, sama sekali tidak perlu mengandalkan cahaya, oksigen atau karbon seperti umat manusia di bumi untuk bertahan hidup.

Desulforudis audaxviator, sejenis bakteri berbentuk batang yang ditemukan di kedalaman 2.8 km di bawah tambang emas Afrika Selatan, mampu bertahan hidup tanpa prasyarat fotosintesis. Melansir laman Royal Society, temuan ini membuat para ilmuwan merenungkan kembali kondisi seperti apa yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Sejenis organisme yang menyerap radiasi uranium untuk hidup membuat para ilmuwan percaya bahwa makhluk luar angkasa seperti alien mampu bertahan hidup hanya mengandalkan sinar kosmik. (Internet)
Sejenis organisme yang menyerap radiasi uranium untuk hidup membuat para ilmuwan percaya bahwa makhluk luar angkasa seperti alien mampu bertahan hidup hanya mengandalkan sinar kosmik. (Internet)

“Ini benar-benar menarik perhatian saya, karena organisme itu sepenuhnya hidup hanya mengandalkan makanan dari hasil paparan radiasi uranium di habitatnya. Jadi, siapa yang bisa memastikan bahwa makhluk luar angkasa tidak bisa melakukan hal yang sama seperti organisme itu,” kata Dimitra Atri, penulis studi.

Organisme berukuran kecil tersebut makan dengan cara mengonsumsi molekul-molekul hasil paparan radiasi uranium di habitatnya. Atri menyimpulkan bahwa bisa saja ada spesies alien yang hidup dengan cara serupa dari paparan radiasi ledakan bintang (supernova).

Ada 2 cara yang lazim digunakan oleh makhluk hidup di bumi untuk memperoleh makanannya. Cara pertama adalah dengan melakukan fotosintesis memakai cahaya matahari dan bahan-bahan kimia. Cara kedua adalah dengan mengkonsumsi material organik yang ada di sekitarnya. Manusia misalnya, memperoleh makanannya dengan cara mengkonsumsi hewan atau tumbuhan lain.

Jika organisme itu mampu bertahan hidup mengandalkan zat radioaktif di kedalaman tambang tersebut, maka makhluk luar angkasa alien juga mampu hidup hanya mengandalkan sinar kosmik, sehingga beberapa kawasan yang semula diduga tidak layak huni menjadi tempat yang memungkinkan untuk kehidupan.

“Namun, kalau alien yang hidup dengan cara itu, besar kemungkinan bukanlah alien dengan struktur biologis yang kompleks layaknya manusia. Melainkan mikroorganisme layaknya bakteri tambang emas seperti di atas,” kata Atri menambahkan.

Tapi ahli biologi NASA Chris McKay menampik teori itu.

“Energi itu terlalu kecil, karena faktor radiasi yang tinggi, organisme itu membutuhkan banyak energi untuk memulihkan kondisinya akibat dari paparan radiasi terkait. Dan proses ini akan menghabiskan banyak energi.” Ujar Chris Mc.Kay. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular