BOGOR  – Simposium Internasional AVIS mengambil tema “An Important of Vertebrate Diversity for Sustainable Development of Bio-Countries”. Tema ini diambil mengingat  pentingnya kekayaan vertebrata untuk perkembangan berkesinambungan negara-negara Asia yang memanfaatkan sumber daya dan keanekaragaman hayati.

“Negara-negara Asia memiliki keanekaragaman jenis hewan vertebrata dan angka pemanfaatan yang tinggi. Pemanfaatan yang berkesinambungan membutuhkan data ilmiah dan usaha konservasi yang tepat,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati dalam siaran pers LIPI, Senin  (24/10/2016).

Menurut Eny, tidak bisa dipungkiri bahwa pemanfaatan yang berkesinambungan dapat mendukung perkembangan suatu negara.  Penyelenggaraan simposium tersebut, katanya, diharapkan menjadi ajang pertukaran informasi ilmu pengetahuan dan riset terkini mengenai keanekaragaman vertebrata Asia, sekaligus menjadi media inisiasi jejaring ilmiah antar peneliti terutama peneliti muda di berbagai negara Asia.

“Diharapkan pula melalui jejaring ilmiah tersebut dapat tercipta kolaborasi dan kerjasama riset di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Di sisi lain setelah penyelenggaraan Simposium ini, Enny katakan, pihaknya juga mendorong agar terjalin hubungan dan kesepahaman yang erat dalam menyusun kerjasama penelitian, baik antar individu maupun antar institusi penelitian. Kemudian, terbukanya wawasan peneliti-peneliti muda dari Asia tentang keanekaragaman hayati di Indonesia.

Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Witjaksono menuturkan, Simposium AVIS tersebut diikuti oleh peserta dari sembilan negara di Asia, meliputi Indonesia, Jepang, Korea, Tiongkok, Thailand, Myanmar, Malaysia, Vietnam, dan India. Pelaksanaan Simposium berlangsung pada 24 – 28 Oktober 2016.

Pemakalah utama Simposium ini antara lain Yayuk R. Suhardjono yang menyampaikan materi mengenai sejarah koleksi ilmiah di Indonesia, Masaharu Motokawa memaparkan tentang membangun jejaring untuk keragaman jenis vertebrata Asia.

Sedangkan Tri Maharani yang menyampaikan paparan tentang manajemen penanganan kasus gigitan ular di Indonesia, dan Sugeng Raharso dengan materi mengenai pentingnya ilmu pengetahuan hayati untuk menunjang kehidupan, khususnya mengenai riset antibisa ular.

Mengutip dari wikipedia, Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung seperti ikan, hewan amfibi, reptil, burung dan hewan mamalia. Sedangkan jenis lainnya adalah Hewan Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. (asr)

Share

Video Popular