Sebuah akademi kepolisian  (Akpol) di Quetta, kota yang berada di bagian barat daya Pakistan, Senin (24/10/2016) semalam mendapat serangan dari anggota militan, menyebabkan 44 orang tewas dan mencederai 118 orang lainnya.

AFP melaporkan, Akademi Kepolisian Balochistan yang diserang itu terletak sekitar 20 Km sebelah timur kota Quetta. Penyerangan terjadi pada sekitar pukul 23 tadi malam, suara tembakan terdengar selama beberapa jam.

Kepala pemerintahan Baluchistan, Mir Sarfaraz Ahmed Bugti mengatakan, ada sekitar 5 – 6 orang penyerang.

“Melakukan penyerangan terhadap penjaga yang berada di atas menara. Setelah penjaga tewas dalam tembak menembak, penyerang lalu menyelinap masuk ke asrama dalam kampus,” katanya.

BBC melaporkan bahwa  4 orang bersenjata telah tewas.

Bugti dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan korban tewas dalam insiden tersebut berjumlah 44 orang dan 118 orang lainnya mengalami cedera. Insiden ini merupakan insiden ketiga serangan yang paling mematikan di Pakistan tahun ini.

Mayor Sher Afgan mengatakan, dari sumber yang diperoleh diketahui bahwa para militan itu adalah  anggota Al-Alimi yang merupakan cabang dari Lashkar-e-Jhangvi. Sedangkan Lashkar-e-Jhangvi adalah organisasi afiliasi Taliban Pakistan.

“Mereka mengadakan kontak dengan anggota yang berada di Afghnistan,” sebut Sher Afgan. Namun kelompok tersebut sampai saat ini belum mengklaim melakukan serangan itu.

Bugti mengatakan bahwa pada saat serangan terjadi, asrama dalam kampus akademi itu sedang dihuni oleh sekitar 700 orang siswa yang ratusan orang di antarannya sempat diselamatkan.

Seorang yang mengaku murid akademi kepada reporter mengatakan, “Saya melihat 3 orang dengan  memakai seragam loreng-loreng dan muka tertutup, membawa senapan serbu Mikhail Kalashnikov (AK47) lalu memberondongkan tembakan begitu mereka masuk ke dalam asrama. Beruntung saya berhasil meloloskan diri.” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular