Oleh: Mo Li

Mungkinkah seseorang terlahir dua kali? Bisa jadi. Ketika sesosok janin masih berada di rahim ibunya, dimana karena menderita tumor yang mematikan, akhirnya tim dokter mengeluarkan bayi tersebut untuk mengangkat tumor dari tubuhnya, kemudian sang bayi dimasukkan lagi ke rahim sang ibu, sampai sang bayi lahir. Sekarang, bayi itu telah lahir lewat operasi caesar dan dalam kondisi sehat.

Bayi perempuan tersebut merupakan anak ketiga dari Margaret Boemer asal Texas, Amerika Serikat. Selama kehamilan anak ketiganya, Margaret Boemer selalu rajin memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG. Namun, ia terkejut ketika memasuki 16 minggu usia kehamilannya, dokter menemukan sesuatu pada janinnya.

Tim dokter menemukan sang bayi menderita tumor Sacrococcygeal teratoma yakni tumor yang terbentuk sebelum kelahiran dan tumbuh di bagian ujung tulang ekor. Tumor tersebut lebih banyak ditemukan pada anak perempuan, dan dialami sekitar satu dari 35.000 kelahiran.

Kabar ini sangat mengejutkan dan menakutkan, karena mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan panjang itu  (maksudnya gejala penyakit), apa artinya atau akan menghasilkan diagnosis seperti apa.

Berita mengejutkan yang disampaikan dokter kepada Boemer itu ternyata bukan yang pertama. Pada kehamilan sebelumnya, ia mengandung anak kembar, tetapi salah satu bayinya meninggal sebelum trimester kedua.
Selama sisa kehamilannya, Boemer harus istirahat di rumah sakit. Sang bayi bernama Lynlee lahir pada 6 Juni saat usia kehamilan Boemer memasuki usia 36 pekan. Bayi itu lahir lewat operasi Caesar dengan berat sekitar 2,7 kilogram. Pada usia delapan hari, Lynlee harus dioperasi lagi, karena tim dokter harus mengambil sisa tumor yang dulu tidak bisa diambil. Sebab, tumor tersebut tumbuh membesar lagi.

 

Wakil Direktur Texas Children’s Fetal Center Dr Darrell Cass menjelaskan bahwa tumor itu paling sering dijumpai pada bayi baru lahir, terutama perempuan.

Pada beberapa kasus, tumor itu tidak terlalu ganas. Janin bisa bertahan dengan tumor tersebut di dalam rahim. Tumor itu baru dioperasi ketika janin telah lahir. Namun, untuk sebagian kasus lainnya, tumor tersebut mengakibatkan masalah pada janin. Misalnya, masalah pada aliran darah janin.

Menurut Cass, Lynlee termasuk golongan yang kedua. Pasokan darah di tubuhnya berakhir di area tumornya. Tumor itu terus menyedot aliran darah dan membesar. Kondisi Lynlee di rahim Boemer kian melemah. Lynlee bahkan sempat mengalami gagal jantung karena aliran darahnya di tubuhnya terganggu.

Beberapa dokter menyarankan agar Lynlee diaborsi saja. Namun, Cass dan tim dokter yang dipimpinnya mempunyai opsi lain. Yaitu, melakukan operasi janin alias fetal surgery. Kemungkinan hidup Lynlee setelah operasi tidak terlalu besar, tetapi Boemer tetap memilih opsi tersebut. Dia tidak ingin menggugurkan kandungannya.

Saat operasi itu dilakukan, tumor tersebut sudah berukuran lebih besar daripada tubuh Lynlee. Operasi itu berlangsung selama lima jam. Seharusnya, operasi tersebut dilakukan di dalam rahim. Namun, karena tumornya begitu besar, bayi itu akhirnya dikeluarkan.

Saat ini bayi Lynlee benar-benar sehat. Seluruh tumornya telah diambil. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular