Ini adalah cerita tentang ibu dan putrinya.

Anak berusia dua tahun pertama kalinya melihat seekor semut. Mungkin ibu-ibu lain akan mendorong anak-anaknya untuk menginjak-injak mati semut tersebut untuk melatih keberanianya. Tapi ibu anak ini dengan lembut berkata kepadanya: “Anakku, apakah kamu dapat melihat semut ini adalah anak yang sangat baik , ibu semut pasti sangat mengasihi anaknya yang baik ini!”

Jadi anak itu berbaring di lantai di sisi semut dengan heran melihat anak semut tersebut. Ketika semut bertemu dengan rintangan tidak dapat melangkah maju, anak tersebut dengan tangan kecil menyingkirkan rintangan membiarkan dia lewat. Ibu memandang anaknya dengan sukacita.

Kemudian, anaknya masuk di TK. Pada suatu hari ketika melihat ada yang sembarangan membuang kulit pisang, tergeletak di lantai dekat tempat bermain anak. Dia tidak seperti beberapa ibu yang pura-pura tidak melihat, tetapi menyuruh anaknya mengambil kulit pisang tersebut, dibuang ke tempat sampah, supaya tak ada anak lari terpeleset karenanya. Kemudian dia bercerita sebuah cerita: Ada seorang gadis, karena didikan ibunya, dia selalu membuang sampah pada tempatnya, pada suatu ketika tempat sampah berada di seberang jalan, dia lalu menyeberang jalan membuang plastik pembungkus es krim.

Namun, tiba-tiba ada sebuah mobil yang remnya blong menabraknya, gadis itu seperti kupu-kupu terbang menjauh. Ibunya sempat tidak bisa menerima kenyataan, setiap hari di tempat itu untuk memungut sampah yang dibuang orang lain. Penduduk setempat menjadi terharu, sejak saat itu mereka tidak sembarangan lagi membuang sampah. Sejak itu, kota ini menjadi kota yang bersih dan indah. Bagi penduduk kota, gadis tersebut sangat terkenal, karena dia adalah seorang malaikat …… setelah selesai bercerita, anak ini mengatakan: Mama, saya tidak akan pernah sembarangan membuang sampah lagi..

Ketika anak ini di sekolah dasar. Baru-baru ini, dia selalu terlambat. Guru mencari ibunya. Ibunya tidak memarahinya atau memukulinya. Ketika akan tidur, dia berkata kepadanya: “Anakku, coba ceritakan kepada mama kenapa pergi pagi-pagi tetapi sering sampai di sekolah dengan terlambat?” Anak itu mengatakan dia menemukan di tepi sungai melihat matahari terbit begitu indah, oleh sebab itu setiap hari dia pergi ke tepi sungai melihat matahari terbit sampai lupa waktu. Keesokan harinya, ibunya diam-diam mengikutinya pergi ke tepi sungai. Dia mengguman dalam hati: “Matahari yang terbit disini memang sangat indah”

Di malam hari, ketika dia pulang dari sekolah, di meja belajarnya ada sebuah jam tangan kecil yang bagus. Dibawahnya ada selembar kertas tertulis: Seperti perkataanmu Nak, matahari terbit begitu indah, mama telah melihatnya dan mengerti, dan kamu juga harus seperti matahari terbit tepat pada waktunya, melihat jam sudah mau masuk sekolah sudah harus ada di sekolah menuntut ilmu, agar kelak jika dewasa nanti dapat berguna seperti matahari yang menyinari bumi. Jadi kita harus menghargai waktu dan belajar, bukankah demikian? Dari: Mama yang mencintaimu. Sejak saat itu putri kecilnya tidak pernah lagi terlambat sekolah.

 

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular