Oleh Shi Xuanzhi

Pemilu presiden AS tinggal 2 pekan lagi. Dari laporan yang dikeluarkan lembaga jajak pendapat nasional AS pada 24 Oktober menunjukkan bahwa dukungan terhadap Donald Trump dan Hillary Clinton cukup berimbang, tingkat dukungan yang mereka peroleh saat ini adalah 41 %, berbeda dengan sejumlah survei terdahulu yang menunjukkan bahwa Hillary berhasil memimpin secara substansial.

Investor’s Business Daily, IBD / TechnoMetrica Market Intelligence, TIPP pada hari Senin pagi merilis hasil survei lembaga jajak pendapat nasional yang menunjukkan bahwa dukungan terhadap kedua kandidat presiden AS itu sama besarnya, yaitu 41 %. Persisnya ialah : Hillary 41,2 % dan Trump 41,1 %.

Gary Johnson dari Partai Libertarian AS dan Jill Stein dari Partai Hijau masing-masing hanya memperoleh dukungan suara sebesar 8 % dan 3.7 %. Lebih dari 4 % responden mengaku bingung entah kepada siapa suara dukungan cocok diberikan. Dan 2.1 % responden justru lebih memilih untuk memberikan suara dukungan kepada ‘Orang lain’.

Bila responden hanya diminta untuk memilih satu di antara Trump dan Hillary, maka 42.3 % memilih Trump, sedangkan Hillary hanya memperoleh dukungan sebanyak 42 %.

Menurut survei dari lembaga tersebut bahwa dukungan kepada Hillary banyak diperoleh dari negara bagian di  timur laut AS. Khususnya kaum wanita, para etnis Afrika dan Amerika Latin mereka memilih l ketimbang Trump menjadi presiden AS. Sedangkan Trump banyak mendapat dukungan dari para etnis berkulit putih yang pernah mengenyam pendidikan SMA serta warga dari negara bagian selatan AS.

Meskipun angka survei lebih menguntungkan Donald Trump, tetapi para responden rata-rata masih percaya bahwa Hillary Clinton yang bakal memenangkan pemilu. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa 54 % warga menganggap Hillary-lah pemenangnya. Hanya 19 % warga yang percaya Trump yang akan menang. Dalam Partai Republik, 25 % anggota yang percaya bahwa Hillary bisa menang, sedangkan 39 % percaya Trump mungkin akan keluar sebagai pemenang.

Jajak pendapat tersebut diadakan antara 18 – 23 Oktober, diikuti oleh 815 orang responden yang calon pemilih dengan margin of error yang diperkirakan sebesar 3.5 %.

Lembaga survei IDB/TIPP dalam melakukan jajak pemenang untuk pemilu presiden AS tahun 2012 diakui oleh master statistik Nate Silver sebagai lembaga jajak pendapat yang yang paling akurat.

Hasil survei IBD/TIPP terbaru tersebut memiliki perbedaan cukup lebar dengan hasil survei yang dilakukan oleh ABC News dan Washington Post yang dirilis pada sehari sebelumnya (23 Oktober). Survei mereka menunjukkan bahwa Hillary memperoleh dukungan suara sebanyak 50 % unggul atas Trump yang hanya 12 %.

Baru-baru ini Trump mengatakan bahwa ia akan menolak untuk menerima hasil pemilu kecuali jika menyatakan ia sebagai pemenang. 65 % responden yang mengikuti survei ABC menyatakan tidak setuju dengan pernyataan Trump tersebut, 59  % responden tidak bisa menerima pendapat Trump yang menuduh bahwa hasil pemilu bisa dimanipulasikan.

Survei ABC itu diadakan antara 20 – 22 Oktober dengan diikuti oleh 1.391 orang dewasa, termasuk 874 orang calon pemilih dengan margin of error yang diperkirakan sebesar 3.5 %

ABC News menyebutkan, Trump dalam beberapa pekan terakhir sering dituduh melakukan pelecehan seksual yang menyebabkan tingkat dukungan kepadanya menurun.

Trump pada hari Minggu (23 Oktober) kembali menegaskan bahwa wanita-wanita itu semua berbohong. Itu hanya acuan rencana dari orang-orang Partai Republik yang mencoba untuk menyabot kampanyenya. Dan Trump pun bersumpah akan mengadukan para pembohong itu ke pengadilan setelah pemilu nanti.

The Las Vegas Review Journal, koran mainstream di AS yang menjadi pendukung utama Donald Trump menjadi presiden AS mendatang menyebutkan bahwa, meskipun ia memiliki kekurangan namun Trump mampu membawa perubahan bagi Washington. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular