Linda Maguire , seorang musisi internasional yang terkenal dan memiliki karier cemerlang selama 23 tahun. Dia telah melakukan 80 lebih siaran radio secara langsung, menelurkan beberapa album rekaman, dan menjadi solois yang tampil di Kennedy Center sebanyak 8 kali dengan membawakan komposisi karya Mahler, Bach, Beethoven, dan Handel.

Hingga kini Linda masih tampil di panggung, namun dalam beberapa tahun terakhir ia telah mengalihkan bakat musiknya ke arah tema baru, yakni penyembuhan. Dalam pencariannya untuk memadukan musik dan metode pengobatan, dia berhasil meraih dua gelar master, salah satunya di George Mason University pada subjek ilmu saraf kognitif dan perilaku, dan satunya lagi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di mana ia belajar ilmu kesehatan dan gerontologi (ilmu mengenai lanjut usia).

Buah dari perpaduan ini sudah menunjukkan hasil. Awal tahun ini, Linda memublikasikan sebuah studi yang kuat menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan suasana hati, perilaku, dan kognisi. Penelitian ini merupakan kolaborasinya dengan Jane Flinn, seorang ilmuwan saraf perilaku di George Mason, dan diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society. Tim ini mengamati 45 pasien Alzheimer ataupun demensia lainnya. Peserta menyanyikan lagu-lagu yang Linda pilih untuk manfaat terapi mereka. Mereka menyanyikan lagu seperti Edelweiss dari Sound of Music, dan Somewhere Over the Rainbow dari Wizard of Oz.

Tidak ada obat bagi penyakit Alzheimer, dan setelah beberapa dekade penelitian, tidak ada pembuat obat yang mampu menemukan sesuatu yang sangat efektif dalam memperlambat karakteristik kemunduran mental dari suatu penyakit. Namun, setelah 4 bulan menjalani metode bernyanyi milik Linda, pengujian subjek menunjukkan peningkatan luar biasa dalam kognisi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa musik dapat memengaruhi perbaikan positif dalam denyut jantung, tekanan darah, saturasi oksigen, kortisol, dopamin, dan tingkat melatonin.

Menemukan kembali terapi musik

Kita biasanya berpikir tentang musik sebagai hiburan, tetapi di dunia kuno, musik sering kali dianggap sebagai bentuk pengobatan. Apollo, misalnya, adalah Dewa penyembuhan dan musik. Plato menyatakan bahwa melodi dan irama bisa mengembalikan jiwa. Dalam bahasa Mandarin, aksara untuk kata musik, menjadi dasar dari bentuk aksara untuk obat.

Selama beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah menemukan kembali kemampuan penyembuhan dari musik, dan penelitian telah menunjukkan bahwa musik dapat secara efektif mengobati kondisi seperti skizofrenia, depresi, nyeri kronis, Parkinson, PTSD, autisme, membantu pasien stroke untuk pulih, dan banyak lagi.

Pada 14 April 2015 Harvard Medical School mempresentasikan terapi yang berbasis musik saat ini dalam pengembangan.

Sementara ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa pertunjukan musik (yang baik) memiliki manfaat yang dapat dibuktikan, hanya dengan mendengarkan musik (terutama klasik) dapat membantu otak juga. Salah satu dari banyak proyek terapi musik Linda adalah, mengembangkan pengobatan yang dapat digunakan setiap orang. Rencananya adalah menciptakan “iPod preskriptif” di mana komposisi dipilih dan disusun secara strategis untuk membantu fungsi otak individu, mulai dari meningkatkan konsentrasi, hingga mendorong melakukan olahraga, juga menenangkan pikiran.

Epoch Times berkesempatan mewawancarai Linda Maguire tentang bagaimana musik dapat mengubah otak kita.

Epoch Times: Bagaimana karier musik ini bisa membawa Anda menuju neuroscience (ilmu saraf)?

Linda: Saya menjenguk seorang teman yang menderita demensia. Dia berada di sebuah ruangan bersama dengan pasien-pasien lain yang mengalami masalah berat: ledakan verbal, mengembara, gerakan tangan, dan sangat bingung. Sungguh kacau.

Saya pernah mendengar sekilas bahwa orang dengan Alzheimer menyukai musik. Lalu saya melihat ada piano, jadi saya berinisiatif memainkan sesuatu, saya berpikir pada lagu kebangsaan, atau Amazing Grace. Mereka semua berhenti dan mulai bernyanyi. Saya berpikir, “Apa yang terjadi?”

Saya seorang penghibur, itulah bagaimana saya masuk ke pekerjaan ini. Pertunjukan adalah guru terbesar saya, dan pekerjaan saya adalah menahan penonton dengan ujung jari kelingking saya, mulai dari 45 menit sampai 3 jam opera. Saya tahu bagaimana mengontrol penonton, tapi saya benar-benar tercengang bahwa semua pasien Alzheimer berhenti. Dan saya hampir tidak melakukan apa-apa. (Epochtomes/Conan Milner/Ajg)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular