- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Situasi Politik RRT Akan Mengalami Perubahan Besar?

Oleh: Xie Tianqi

Minggu ( 9/10/2016) media resmi RRT melaporkan, situs web Komite Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional (KKBN) RRT baru-baru ini menyebarkan “Tindakan Manajemen Pelatihan dan Identifikasi Dokter Transplantasi Organ Manusia”.

Dalam “Tindakan” ditegaskan, kualifikasi dokter transplantasi organ manusia harus teridentifikasi. Selain itu, jika dalam 3 tahun tidak melakukan praktik transplantasi organ dan lain-lain 5 jenis kondisi, akan dikenakan pencabutan izin oleh bagian administrasi KKBN tingkat provinsi setempat.

Tiga hari sebelumnya Kamis (6/10/2016), “United States Congress and Administration China Committee“ mengumumkan laporan tahunan 2016 tentang RRT. Laporan itu membeberkan, Partai Komunis Tiongkok (PKT) masih terus melakukan penindasan dan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, pengacara pembela HAM, aktivis HAM, beserta kelompok dari agama Kristen, Katolik, Buddha etnis Tibet dan Islam etnis Uighur, dan melakukan penekanan terhadap media.

Laporan terutama menekankan, “Pengamat internasional, termasuk kongres AS dan anggota Parlemen Eropa, mengkhawatirkan laporan tentang transplantasi organ dalam jumlah besar di RRT yang menggunakan organ para tahanan, termasuk organ praktisi Falun Gong.”

Ini merupakan bentuk atensi dari kongres AS yang dalam 4 bulan ini yang sekali lagi menyatakan keprihatinannya terhadap kejahatan perampasan organ secara hidup yang dilakukan oleh PKT. Hal ini menyentuh titik yang mematikan dari mantan presiden PKT Jiang Zemin yang merupakan pimpinan geng kejahatan tersebut.

Kongres Amerika pada akhir Juni lalu telah meloloskan resolusi no.343, menuntut PKT berhenti melakukan pengambilan organ praktisi Falun Gong. Selain itu juga melakukan dengar pendapat bersama, berfokus pada kejahatan “Perampasan secara hidup organ manusia oleh PKT”.

Selanjutnya, kepala negara RRT Xi Jinping sekali lagi menyampaikan sikap, menyangkal kebijakan penindasan agama oleh grup Jiang Zemin, melakukan inspeksi terhadap “kantor 610” yang khusus melakukan penindasan terhadap Falun Gong, yang berada di pusat dan di tingkat provinsi.

Xi juga mengeluarkan peraturan khusus akuntabilitas, dikatakan akan melakukan koreksi terhadap “Kasus-kasus tidak adil, palsu dan salah”. Tindakan-tindakan tersebut saling bersambutan dengan tuntutan internasional, seolah memberi sinyal akan mengadili secara hukum Jiang Zemin dan  melakukan perhitungan atas perbuatan dosa penganiayaan terhadap Falun Gong.

Organisasi Internasional Investigasi Penganiayaan Terhadap Falun Gong (WOIPFG) pada sebelum dan sesudah 2015, berturut-turut mengumumkan 865 buah rumah sakit yang diduga melakukan pengambilan organ secara hidup terhadap praktisi Falun Gong, dan dokter yang tersangkut sebanyak 9500 orang. Diantaranya 100 buah adalah rumah sakit militer dan kepolisian, dokter yang tersangkut 2098 orang, 765 rumah sakit pemerintah daerah, dokter yang tersangkut 7420 orang. Rumah sakit itu tersebar di 22 provinsi, 5 daerah otonom, 4 kota otonom serta 217 kota tingkat daerah.

Selain bersambutan dengan Amerika atas kejahatan inti grup Jing Zemin melakukan pengambilan organ. Pemerintah Xi juga mengeluarkan selentingan pada penyelesaian masalah nuklir Korea Utara, mendukung tindakan pembasmian terhadap Kim Jong-un oleh Amerika-Korea Selatan.

Kamis (6/10/2016) Prof. Xun Zhe dari Columbia Univercity AS setelah menghadiri “Forum Kerjasama Perdamaian Timur Laut Asia 2016” yang diselenggarakan di Washington DC, Xun mengungkap bahwa diantara ilmuwan dalam negeri RRT dan pemerintah RRT, muncul pendapat yang mendukung AS-Korsel atas tindakan pembasmian terhadap Kim Jong-un, atau melakukan serangan “metode operasi pembedahan” terhadap Korut.

Musim panas tahun ini, setelah pertemuan Bei Dai He di Beijing, pemerintah Xi Jinping mengungkap kasus penyuapan pemilihan anggota DPR dari provinsi Liao Ning. Pada akhir September Amerika dan Korea Selatan bersama mengungkap kasus dugaan perusahaan Hong Xiang propinsi Liao Ning, telibat dalam pembuatan senjata nuklir Korea Utara. RRT, AS dan Korsel bergabung melakukan penyelidikan terhadap perusahaan Hong Xiang dan penanggung-jawabnya Ma Xiaohong.

Rezim Kim Korut sebelum ini selalu dikendalikan oleh grup Jiang PKT, beberapa anggota utamanya menjalin hubungan erat dengan Korut, mereka bahkan terlibat dalam perkembangan senjata nuklir Korut. Setiap kali waktu percobaan nuklir Korut, selalu berhubungan langsung dengan perkembangan pertarungan grup Xi dengan grup Jiang.

Pemerintah Xi bergabung dengan AS-Korsel mengambil tindakan, membersihkan kekuatan grup Jiang yang tersangkut dengan senjata nuklir Korut. Dan menyatakan dukungannya terhadap tindakan pembasmian terhadap Kim Jong-un oleh mereka. Kekuasaan Kim Jong-un Korut berada pada situasi yang berbahaya. Ini menunjukkan ancaman nuklir Korut yang dikendalikan oleh grup Jiang untuk melakukan serangan balasan kepada grup Xi, telah menghadapi kehancuran total.

Dua tindakan besar tersebut diatas yang dilakukan disekitar 1 Oktober, langsung ditujukan pada titik binasa Jiang, ini berjarak dengan sidang pleno ke-6 PKT tidak sampai 20 hari.

Kongres Nasional ke-18 PKT diselenggarakan pada 24-27 Oktober 2016. Sidang pleno ke-6 merupakan sidang terakhir dalam Kongres Nasional PKT kali ini, dimana merundingkan tema khusus masalah besar. Xi melakukan penangkapan Jiang secara terbuka, mungkin disampaikan terlebih dahulu dalam skala lebih besar diintern PKT, sidang pleno ke-6 merupakan salah satu kesempatan yang tidak banyak lagi sebelum “Kongres ke-19” digelar.

Menjelang sidang pleno ke-6, grup Xi telah membersihkan sarang geng Shanghai, melakukan shock therapy terhadap anggota tetap politbiro dari grup Jiang,  bahkan langsung menuding nama Jiang Zemin. Bersama AS dan Korsel, menyentuh 2 inti kejahatan besar grup Jiang, yaitu pengambilan organ secara hidup dan menyangkut senjata nuklir Korut, tujuan terakhir semua tindakan, sasarannya adalah Jiang. Dalam sidang pleno ke-6 ini menyelesaikan masalah Jiang sudah tiba waktunya.

Sekitar sidang pleno ke-6, peristiwa besar apa yang akan terjadi dalam situasi politik RRT sekarang ini? Tidak lama lagi akan dapat diketahui, mari kita tunggu menyaksikannya. (whs/rmat)