Kampanye iklan susu di Olimpiade Rio adalah iklan terbaru dari banyak usaha yang gagal dilakukan oleh produsen dan pemasar susu untuk memposisikan susu sebagai minuman yang menyehatkan dan memberi bantuan pada diet.

“Protein membangun kembali otot. Sebagai konsumen, tentu Anda ingin melihat otot yang telah dibangun kembali,” kata Ronald Wachino, direktur kreatif dari biro iklan yang membuat iklan di Olimpiade Rio.

Pemasar susu mencoba memasarkan susu sebagai obat untuk sindrom pramenstruasi. Iklan TV yang menunjukkan kekasih dan suami yang bergegas membeli susu untuk pasangannya yang sedang menderita sindrom pramenstruasi.

“Penelitian menunjukkan bahwa zat gizi yang terkandung di dalam susu berperan penting dalam penurunan berat badan. Jika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan yang sehat, minumlah 24 ons susu rendah lemak atau susu bebas lemak setiap 24 jam sebagai bagian dari diet rendah kalori Anda,” demikian iklan susu yang dikeluarkan oleh Great American Weight Loss Challenge beberapa tahun yang lalu.

Iklan susu untuk menurunkan berat badan malahan menyebabkan Anda menambah berat badan. Maka ikuti beberapa saran berikut ini:

• “Beli susu, bukannya soda”.

• “Seruput cappuccino atau latte, bukannya kopi hitam”.

• “Nikmati pisang dan segelas susu untuk camilan jam 9 pagi”.

• “Tambahkan susu pada sup untuk mendapatkan tekstur seperti krim”.

• “Memesan sup berbasis susu seperti krim sup brokoli sebagai makanan pembuka saat makan malam”.

• “Puding caramel susu sebagai makanan pencuci mulut”.

Ada alasan yang menjauhkan orang dari susu, seperti kolesterol, lemak, kalori, menyebabkan alergi, dan jejak antibiotik yang sering terkandung di dalam susu. Benjamin Spock, M.D., seorang dokter spesialis anak yang terkenal, menganjurkan tidak memberikan susu untuk anak setelah berusia dua tahun untuk mengurangi risiko penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kanker yang berhubungan dengan makanan.

Iklan susu di Olimpiade Rio memuji manfaat “protein” yang sebenarnya juga terkandung di dalam hampir semua bahan makanan; iklan susu juga memuji manfaat kalsium yang terkandung di dalam susu untuk mengobati sindrom pramenstruasi, yang sebenarnya juga banyak terkandung dalam makanan lain.

Apakah susu menurunkan berat badan? Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition terhadap 20.000 pria yang meningkatkan asupan susu rendah lemak menemukan berat badannya tidak menurun. “Hipotesis yang telah beredar adalah bahwa peningkatan asupan susu dapat menurunkan berat badan, namun saya tidak menemukan hal tersebut dalam penelitian ini,” kata Swapnil Rajpathak, M.D., asisten profesor di Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Kependudukan di Albert Einstein College of Medicine.(Epochtimes/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular