Oleh: Ye Ziwei

Sambil menengadahkan kepala melihat galaksi Bima Sakti, bintang-bintang berkelip. Ini hanyalah pemandangan galaksi yang dilihat oleh mata telanjang kita. Lalu bagaimana wujud galaksi di mata Superman?

Karena galaksi tidak hanya memancarkan sinar yang terlihat secara kasat mata, tapi juga ada sinar-X, gelombang radio, sinar gamma, sinar ultraviolet dan sebagainya, namun, semua ini adalah cahaya yang tak terlihat dengan mata telanjang.

Jika dapat menyaksikan cahaya-cahaya itu, maka galaksi Bima Sakti adalah panorama yang sama sekali berbeda. Atau wujud galaksi Bima Sakti yang kita saksikan dengan mata telanjang itu sama sekali tidak sama di mata seorang “superman.”

Gambar pengamatan terbaru di “mata superman” yang dirilis para astronom menunjukkan galaksi yang melintasi angkasa ini memancarkan pesona warna yang menyilaukan mata.

“Panorama itu jauh lebih indah daripada yang kita saksikan dengan mata telanjang,” ujar Natasha Hurley-Walker, astronom dari Curtin University, Australia.

Para astronom mengamati galaksi menggunakan teleskop radio Murchison Widefield Array dari Murchison Radio-astronomy observatory, Australia. (Video screenshot The International Centre for Radio Astronomy Research - ICRAR)
Para astronom mengamati galaksi menggunakan teleskop radio Murchison Widefield Array dari Murchison Radio-astronomy observatory, Australia. (Video screenshot The International Centre for Radio Astronomy Research – ICRAR)

Dr. Walker lebih lanjut menjelaskan, bahwa jika kita melihat langit dengan mata telanjang maka obyek yang dapat dilihat itu terbatas, demikian dilansir dari Australian Broadcasting Corporation, Kamis, (27/10/2016). Dr. Walker mengatakan, bahwa hal itu berbeda jika melihat angkasa menggunakan gelombang radio.

“Orang-orang mungkin akan menggumam Wow! Astronom yang begitu romantis, bisa memantau angkasa menggunakan teleskop.” Ujarnya.

Sementara itu, menurut laporan “National Geographic” pada 26 Oktober lalu, mata telanjang kita tidak bisa melihat semua warna galaksi, karena mata telanjang kita mengamati obyek yang tampak di depan mata itu berdasarkan tiga warna utama, seperti merah, hijau. Warna yang ada di alam semesta tidak hanya tiga warna, tapi ada banyak warna yang tak terhitung banyaknya, inframerah, inframerah-jauh, ultraviolet, sinar gamma, gelombang radio dan sebagainya

Bima Sakti yang dipandang dari Bumi.(Fotolia)
Bima Sakti yang dipandang dari Bumi.(Fotolia)

Lalu, astronom menggunakan teleskop radio Murchison Widefield Array dari Murchison Radio-astronomy observatory yang terletak di barat Australia untuk menyaksikan Bima Sakti, dan mendapatkan panorama galaksi yang menakjubkan.

Setiap titik yang tak terhitung banyaknya dibalik luar galaksi dalam gambar tersebut merupakan sebuah galaksi, dan jumlah yang dapat diamati hingga saat ini sekitar 300.000 galaksi, kata astronom.

Frekuensi yang mampu diamati Teleskop radio Murchison Widefield Array adalah 70 ~ 230MHz, menyaksikan galaksi miliaran tahun cahaya jauhnya itu dengan 20 warna primer (yaitu, 20 jenis gelombang radio frekuens).

Namun, jarak ini terpaut sangat jauh dibanding dengan lingkup alam semesta yang jauhnya lebih dari 13 miliar tahun cahaya yang diketahui saat ini. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular