Kini meditasi lebih sering dilakukan di dunia Barat. Ketika Meditasi Transendental mencapai popularitasnya di tahun 1960-an sampai tahun 1970-an, masih sedikit pelaku meditasi di Amerika Serikat. Sekarang ini banyak rumah sakit menawarkan meditasi sebagai pilihan pengobatan untuk beberapa pasien, karena penelitian menunjukkan meditasi itu bermanfaat.

Meditasi yang sejak lama sudah dilakukan di dunia Timur adalah lebih dari sekedar duduk diam dan membersihkan pikiran. Meditasi tidak hanya mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan, meditasi juga menghasilkan kemampuan supernormal.

Itulah yang dikatakan para praktisi yoga dan itulah yang diteliti secara ilmiah oleh Dean Radin, Ph.D.

Dean Radin adalah kepala ilmuwan di Institute of Noetic Sciences (IONS). Beliau mendapat gelar di bidang teknik elektro, magna cumlaude dengan gelar kehormatan di bidang fisika dari University of Massachusetts-Amherst,AS, dan kemudian meraih gelar MS di bidang teknik elektro dan PhD di bidang psikologi dari University of Illinois Urbana-Champaign. Sebelum bergabung dengan IONS, beliau menjabat posisi di AT & T Bell Labs, Princeton University, University of Edinburgh, dan SRI International.

Dean Radin menjelaskan survei yang dilakukan oleh IONS, dengan bertanya kepada 2.000 pelaku meditasi, “Apakah Anda pernah memiliki pengalaman berikut ini?” Sebuah daftar pertanyaan yang panjang, termasuk clairvoyance, precognition, dan fenomena mirip “psikis”.

Sekitar 75 persen pelaku meditasi melaporkan bahwa mereka mengalami jenis pengalaman tersebut. Mereka merasakan pengalaman tersebut muncul sebagai akibat dari meditasi.

“Karena semakin banyak orang bermeditasi untuk alasan kesehatan fisik atau mental, mereka akan mulai menemui jenis-jenis fenomena dalam banyak cara, itu sebabnya saya menulis buku berjudul ‘Supernormal: Science, yoga, and the evidence for extraordinary psychic abilities” kata Dean Radin.

“Supernormal: Science, yoga, and the evidence for extraordinary psychic abilities”, diterbitkan pada tahun 2013, yang mengulas hasil opini yang luas dari penelitian ilmiah yang berkaitan dengan psi (Psi mengacu pada fenomena psikis, seperti psikokinesis, telepati, atau clairvoyance).

Dean Radin dibesarkan sebagai seorang agnostik (seorang yang selalu menyandarkan keyakinannya pada bukti empiris), dan dia masih memandang meditasi sebagai praktik sekuler (praktek duniawi, bukan praktek kerohanian), tetapi dia masih menerima informasi mengenai mistik.

Di dunia Barat, apakah kita mau mengakuinya atau tidak, sebagian besar dari kita percaya pada supernormal.

Misalnya, pada tahun 2001 sebuah jajak pendapat masyarakat di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tiga dari empat orang Amerika Serikat percaya pada paranormal. Pada tahun 2007 sebuah jajak pendapat masyarakat di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Forum Agama dan Kehidupan Publik bertanya kepada 35.000 orang Amerika Serikat, “Apakah Anda percaya pada keajaiban?” Sekitar 80 persen menjawab “ya.” Bahkan di antara mereka yang tidak percaya pada agama, 55 persen mengatakan mereka percaya pada keajaiban.
Kami terpesona oleh supernormal, tetapi dunia akademis menolak untuk memandang supernormal sebagai hal yang serius.

Dean Radin menunjukkan bahwa kurang dari 1 persen universitas di seluruh dunia memiliki anggota fakultas yang belajar psi. Bahkan profesor yang meneliti masalah agama umumnya menolak untuk melihat “mukjizat” sebagai suatu kenyataan.

Hollywood memberikan jalan keluar untuk daya tarik supernormal ini.

“Masih banyak orang yang takut dengan fenomena supernormal ini karena supernormal biasanya digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan di film Hollywood,” kata Radin. Ironisnya Anda bisa saja mendapatkan gelar Ph.D. untuk disertasi ‘Hermeneutics of Buffy the Vampire Slayer’, tetapi Anda tidak bisa mendapatkan gelar Ph.D. jika Anda belajar telepati.”

Radin mengatakan kita memandang nenek sihir sebagai sesuatu yang menakutkan dalam hubungannya dengan fenomena supernormal. Pandangan yang menakutkan terhadap nenek sihir berlangsung selama sekitar 500 tahun dan meninggalkan jejak pada jiwa kita. “Jika seseorang memiliki karakteristik seperti penyihir … dulu dianggap menakutkan dari sisi terbaik maupun sisi terburuk,” kata Dean Radin.
Di Inggris baru-baru ini ada jurusan untuk mempelajari psi, dengan selusin program berbasis universitas yang bersimpati mempelajari efek psi.

Dean Radin mengatkan,” Dua puluh tahun yang lalu “hampir mustahil” untuk mempublikasikan penelitian mengenai psi di jurnal utama. Sekarang kami dapat melakukannya dan kami menerbitkan artikel penelitian psi di dalam jurnal utama yang jumlahnya semakin meningkat. Salah satu artikel kami baru-baru ini dimuat di jurnal online Frontiers di Neuroscience … dan sebagian besar penelitian fisika yang sekarang ini kami lakukan berorientasi pada psikis telah diterbitkan di dalam jurnal fisika.”

Radin menunjukkan bahwa sekarang ini siswa menjadi akrab dengan keanehan mekanika kuantum di awal kehidupan. Hal ini membantu generasi muda ilmuwan menjadi lebih terbuka untuk mengeksplorasi fenomena yang melampaui batas klasik ruang dan waktu.

Pergeseran pandangan yang memungkinkan di dalam dunia fisik adalah penting karena salah satu alasan utama adalah efek psi dianggap aneh—yang melampaui batas ruang dan waktu yang biasa.

Sekarang ini jurnal ilmiah dan jurnal utama lainnya di Amerika Serikat sedang mengeksplorasi masalah seperti biologi kuantum, yang menunjukkan bahwa “aksi jarak jauh yang menakutkan” oleh Albert Einstein, mungkin juga ada di tingkat makro kehidupan manusia (bukan hanya di tingkat mikro partikel subatom).

Dalam dalam buku “Supernormal,” Dean Radin mengutip Richard Wiseman, seorang psikolog Inggris yang meragukan supernormal, yang berkata kepada Daily Mail, “Dengan standar ilmiah lainnya, pandangan jarak jauh adalah terbukti.”

Dean Radin menambahkan: “Pernyataan ini tidak dapat dilebih-lebihkan. Sangat meragukan semua hal yang berbau psikis… mengakui bahwa ia percaya fungsi psikis telah terbukti secara ilmiah. Ia kemudian menjelaskan bahwa ia bermaksud mengatakan bukan hanya pandangan jarak jauh (yaitu clairvoyance) saja yang terbukti, namun semua fenomena psi ‘yang memenuhi standar biasa untuk dikatakan sebagai sesuatu yang normal, telah terbukti oleh standar ilmiah.”

Tetapi banyak orang yang ragu berpendapat bahwa klaim yang luar biasa tersebut membutuhkan bukti yang luar biasa. Karena tradisi meditasi dari dunia Timur terus menyebar ke dunia Barat, kita dapat menemukan “makna yang luar biasa tampak jelas di mata.”

Dean Radin menjelaskan dalam bukunya: “Untuk akademis dunia Barat yang terlatih, keberadaan telepati sebagai contoh akan dianggap supernormal dan menjadi sangat luar biasa. Tetapi untuk praktisi yoga yang berpengalaman, telepati hanyalah siddhi [istilah Sansekerta untuk pencapaian meditasi, atau kekuasaan] biasa yang membosankan. Seorang ilmuwan yang meragukan hal ini, yang tidak pernah mengalami manfaat ribuan jam praktek yoga dan meditasi, akan membutuhkan data eksperimen yang ketat serta berulang untuk membuktikan hal ini. Peyoga hanya membutuhkan pengalamannya sendiri”.(Epochtimes/ Tara MacIsaac/Vivi)

Share

Video Popular