Oleh Shi Da

Kongres Keenam Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah berakhir pada 27 Oktober 2016. Ada 2 hal penting yang dapat dipetik dari informasi yang dipublikasikan media resmi Tiongkok.

Pertama tentang terbentuknya kepemimpinan yang berintikan Xi Jinping. Kedua adalah tentang pengetatan disiplin partai.

Kongres telah mengesahkan 2 rancangan peraturan partai untuk dilaksanakan, yaitu,  “Peraturan dan Tata Tertib Kehidupan Politik dalam Partai yang Berada di Bawah Situasi Baru” (disingkat “Tata Tertib Kehidupan Politik”) dan kedua, “Peraturan Pengawasan Internal dalam Partai Komunis Tiongkok’ (disingkat “Pengawasan Internal PKT”).

Sesungguhnya Kongres Keenam PKT merupakan kelanjutan dari upaya rezim Xi Jinping menggempur kelompok Jiang Zemin. Dengan dikukuhkannya Kepemimpinan yang berintikan Xi Jinping,  lewat kongres berarti ini adalah pernyataan sikap yang paling jelas dari “gembar-gembor politik” yang didengungkan rezim Xi Jinping pada awal tahun ini, yakni “Tren kemenangan dalam perjuangan melawan korupsi sedang terbentuk”.

Xi Jinping telah benar-benar mengendalikan kekuasaan tertinggi di PKT. Dengan kata lain bahwa meskipun perselisihan Xi – Jiang masih berlanjut, tetapi sudah dapat diraba hasilnya.

Dibentukkannya sandaran politik yang disebut “kepemimpinan yang berintikan Xi” dapat pula diartikan sebagai ‘gerakan’ untuk meninggalkan bos lama dan mendekati bos baru. Ini juga berarti bahwa Jiang Jemin bersama kelompoknya kini sudah kian terdesak untuk turun dari panggung politik Tiongkok.

Dengan makin berpengaruhnya “Bos baru sekarang adalah Xi Jinping” maka era pensiunan petinggi masih mencampuri urusan dalam negeri dan pembagian bidang kekuasaan yang menjadi ciri khas kepemimpinan PKT yang sudah berlangsung  selama beberapa dekade sudah berakhir.

2 hasil Kongres Keenam sesungguhnya bukan hal aneh yang terjadi dalam perkembangan perselisihan Xi – Jiang. 2 peraturan baru “Tata Tertib Kehidupan Politik” dan “Pengawasan Internal PKT” yang dihasilkan Kongres tak bedaa dengan pengumuman bahwa akan dilakukan pembersihan total terhadap seluruh antek Jiang Zemin yang tersisa. Sekaligus untuk memadamkan impian fantasi para pejabat yang masih mengharapkan kembalinya ‘era Jiang Zemin’.

Selama ini,  rezim Xi Jinping terus berfokus pada menjaga stabilitas kekuasaan di pusat pemerintahan. Termasuk di tingkat daerah dengan melakukan pembersihan dan pergantian pemimpin mereka. Sekarang, pengetatan disiplin partai akan menjadi suatu gerakan yang bertingkat nasional, dinasionalisasikan lewat kongres untuk menjerat para koruptor tersisa di seluruh negeri Tiongkok.

Jika kita mengatakan bahwa sebelum 2016, pertempuran Xi – Jiang difokuskan pada perebutan kekuasaan dalam organisasi, maka setelah Kongres Keenam ini, fokus tersebut akan beralih ke bidang ideologi dan disiplin.

Karena, perebutan kekuasaan dan pergantian para pemegang posisi kunci dalam organisasi hanya melibatkan segelintir orang. Tetapi untuk dapat sepenuhnya menyingkirkan antek-antek Jiang dalam partai yang mereka kuasai selama belasan tahun, sudah tidak cukup dengan mengandalkan peraturan lama tentang kedisiplinan anggota PKT, khususnya untuk memberishkan korupsi yang sudah merajalela di Tiongkok.

Cara yang paling efektif yaitu melalui pengetatan disiplin partai untuk membuat opini publik dalam rangka mensukseskan gerakan pengepungan dan pengikisan seluruh antek Jiang Zemin yang masih bercokol di semua lapisan kepemimpinan.

Diduga dalam waktu dekat akan ada sejumlah antek Jiang Zemin yang akan menjalani eksekusi sebagai realisasi hukuman atas kejahatan korupsi yang dijadikan ‘contoh soal’ dari perbuatan pelanggaran disiplin PKT. Paling tidak juga sebagai peringatan buat para anggota yang berdinas di keamanan dan ketertiban publik untuk tidak lagi berbuat sewenang-wenang melakukan penggusuran, menangkap, menganiaya orang, pungli dan seterusnya.

Jadi, perang Xi – Jiang pasca Kongres Keenam akan memasuki tahap pengepungan, karena, baik “kepemimpinan yang berintikan Xi” atau “mengetatkan disiplin partai” itu semua terkait dengan kekuasaan Xi Jinping. Dengan kata lain adalah terkait dengan pendobrakan terhadap antek-antek Jiang yang masih berusaha menentang rezim Xi Jinping untuk melaksanakan perubahan.

Jika aksi pengepungan ini berjalan lancar, maka di waktu mendatang (sebelum Sidang Paripurna ke 19 PKT) semua antek Jiang sudah habis dibersihkan. Politik Tiongkok memasuki era tanpa gangguan kelompok Jiang Zemin, dan perang Xi – Jiang pun berakhir.

Yang lebih penting untuk kita perhatikan adalah obat apa yang akan dijual oleh Xi Jinping? Dan langkah apa yang ingin ia lakukan kemudian? Meskipun tidak langsung, tetapi hal ini pasti dalam waktu tak lama lagi akan terungkap.

Dilihat dari perkembangan saat ini dapat diperkirakan bahwa kepemimpinan yang berintikan Xi dan pengetatan disiplin partai itu menunjukkan bahwa Xi Jinping sedang dengan sekuat kemampuan untuk menghimpun kekuatan sekaligus membatasi perluasan kerusakan yang diakibatkan oleh kepemimpinan lama PKT.

Tetapi bila kemudian jalan yang mereka lalui itu menuju kebuntuan atau bahkan kembali ke jalan lama, jalan yang mengarah ke Revolusi Kebudayaan di masa lampau itu, maka bangsa Tiongkok akan memasuki lagi era petaka nasional. Sebaliknya, mereka ingin menempuh jalan yang mengembangkan budaya tradisional Tiongkok, memromosikan berjalannya konstitusi, membubarkan PKT, dengan pemerintahan yang benar-benar ingin merealisasikan kemakmuran bagi rakyatnya. Maka ini adalah kesempatan untuk melaksanakan revitalisasi bagi bangsa Tiongkok. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular