KABANJAHE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat pada Senin (1/11/2016) sejak dini hari Gunung Sinabung di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara erupsi dan meluncurkan berkali-kali awan panas. Hingga kini status Sinabung masih dinyatakan awas sejak 2 Juni 2015 lalu.

Data PVMBG yang diunggah dalam akun instagramnya, pvmbgcvghm melaporkan terjadi  awan Panas beruntun sejak Senin dini hari (1/11/2016) pada pukul 01.03 WIB. Awan panasi ini dengan Am: 120 mm Lg: 314 detik, sedangkan Sinabung tertutup kabut.

Selanjutnya pada pukul 05.29 WIB awan panas kembali berguguran dengan jarak luncur 3000 m ke tenggara, tinggi kolom abu 1000 m, kemudian pada pukul 05.56 WIB terjadi erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 2500 m ke tenggara-timur, tinggi kolom abu 500 m. Selanjutnya pada pukul 06.30-06.42 WIB awan panas gugur beruntun dengan jarak luncur 2500 m ke tenggara-timur, tinggi kolom abu 400 m dan sampai saat ini masih berlangsung.

Aktivitas Sinabung kembali menggeliat pada pukul 06.52 WIB dengan awan panas guguran beruntun dengan jarak luncur 3000 m ke tenggara-timur, tinggi kolom abu 1000 m dan lama gempa 1706 dtk. Kemudian pada pukul 07.21 WIB, erupsi disertai awan panas guguran dengan tinggi kolom abu 1000m dan jarak luncur awan panas guguran sejauh 2500 meter ke arah tenggara timur.

Berselang 40 menit kemudian, pada pukul 08.00 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu 700 m, kemudian pukul 08.23 WIB awan Panas Guguran dengan jarak luncur 2.700 m ke arah tenggara- timur dan tinggi kolom abu 1.000 m. Sekitar pukul 09.00 WIB terjadi erupsi disertai awan panas guguran dengan tinggi kolom abu 1.100 meter dan jarak luncur 2.000 m ke arah tenggara- timur sedangkan angin perlahan ke arah Timur.

Sehari sebelumnya, Senin (31/10/2016) juga terjadi erupsi Gunung Sinabung pukul 08.30 WIB dengan tinggi letusan 1 kilometer. Erupsi Sinabung meluncurkan awan panas 3 kilometer ke tenggara-timur, tetapi  tidak ada korban jiwa. (asr)

 

Share

Video Popular