Cerita Pertama:

Suatu hari Mario berkata kepada istrinya: “Kamu selalu membandingkan setiap hal dengan tetangga kita, rumahnya direnovasi, kamu ingin saya menurut dekorasi pola dekorasi rumah mereka mendekorasi rumah kita; keluarganya membeli komputer, Anda juga ingin saya membeli persis sama dengan komputer mereka,dan sekarang apalagi ? “

“Dan sekarang barang baru apalagi yang bertambah di rumah mereka?” Istrinya bertanya dengan tergesa-gesa.

“Kemarin dia menikah dengan seorang istri muda yang cantik.” jawab suaminya.

[Interpretasi] Jangan selalu membandingkan dengan orang lain, tidak membabi buta mengikuti contoh dari keluarga lain, setiap pasangan memiliki situasi mereka sendiri, tidak sepenuhnya menyalin kebahagiaan orang lain, Anda dapat menjalani kebahagiaan sendiri sudah cukup.

Cerita Kedua:

Suatu hari Johan pulang ke rumah, lewatlah tetangganya yang berbeda blok, dan melihat Johan terus berdiri di depan pintu, dia merasa aneh dan bertanya: “Hei, Jo, kenapa kamu bisa tidak masuk ke dalam rumah ?”

Johan tersenyum dan berkata: “Sudah pikun nih, lupa bawa kunci!, Istri belum pulang”

“Ayo ke rumah saya dulu.” Kata tetangga dengan antusias.

Johan menolak dengan halus berkata: “Tidak apa, saya sudah telepon, istri saya segera pulang.”

Setelah tetangga meninggalkannya, Johan dengan lembut berkata di depan pintu: “Istriku, saya mohon bukakan pintu, maafkan pertengkaran tadi.”

[Interpretasi] Semua orang tidak ingin dipermalukan, biasanya lebih memilih mengalah daripada kehilangan muka di depan orang luar, betapa besarpun konflik antara suami dan istri harus diselesaikan di rumah sendiri, sekali sudah tersebar ke lingkungan tetangga, pertemanan dan keluarga besar, akan sulit dipulihkan kembali.

Cerita Ketiga:

Saat ulang tahun pernikahan Donny berkata: “Sayangku, engkau demikian mencintaiku, mengapa waktu dilamar dulu di rumahmu, kamu tidak segera setuju?”

Istri: “Karena saya ingin melihat setelah saya menolak, bagaimana kamu bereaksi?”

Donny: “Oh, tetapi jika pada saat itu saya berbalik berlalu dari sana, bagaimana?”

Istri: “Jangan khawatir, kamu tidak bisa keluar, karena saya telah mengunci pintu rumah.”

[Interpretasi] Kadang-kadang kata-kata yang diucapkan antara suami dan istri tidak berniat begitu, jadi jangan begitu serius dengan setiap kata-kata, terutama ketika bertengkar, mengeluarkan kata-kata yang tidak rasional dan kata-kata buruk, tetapi sebenarnya jika dapat bersifat tenang segala apapun konflik yang timbul hadapi dengan kepala dingin, maka tidak perlu bertengkar.

Cerita Keempat:

Alex berbisnis diluar kota, tiba-tiba pulang, di pintu dia mendengar suara seorang pria mendengkur di kamar tidur mereka.

Alex diam-diam pergi, mengirim pesan sms ke istrinya: “Kita bercerai saja!” kemudian memblokir panggilan dan pesan masuk dari istrinya. Tiga bulan kemudian mereka tanpa sengaja bertemu, istrinya bertanya: “Kenapa pergi tanpa pamit? “ Alex menceritakan masalahnya, istri berjalan pergi, mengatakan dengan lembut : “Itu adalah suara singa kecil anakmu. Kamarnya bocor, dan karena malam sering turun hujan, dan dia pindah tidur di kamar kita selama beberapa hari sambil menunggu tukang datang membetulkan atap”

[Interpretasi] Baiknya pasangan harus tetap saling percaya, bahkan jika melihat atau mendengar sesuatu, setidaknya memberikan pihak lain kesempatan untuk menjelaskan.

Cerita Kelima:

Paul menegur: “Setiap hari sayuran yang kamu masak terlihat pucat dan tak berselera ”

Istrinya segera menjawab: “Ini kan sudah saya hangatkan, kamu setiap malam pulang sangat terlambat , makanan ini juga pernah memiliki ‘masa muda’ juga. Kalau begitu matang langsung dimakan, pasti rasanya sangat enak, buktinya anak-anak selalu makan dengan lahap.”

[Interpretasi] Ketika kita mulai memandang pria muda yang ganteng dan cewek muda yang cantik di sekeliling kita, kita mulai merasa pasangan sudah kurang menarik, jangan lupa kita juga sudah tidak semenarik dulu lagi. Sama-sama sudah melalui belasan atau puluhan tahun bersama, harus tetap saling setia.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular