Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia dan dibuat dari biji pohon kopi. Pohon kopi menghasilkan buah kecil mirip ceri yang berwarna merah keunguan, di mana biasanya setiap buah kopi berisi dua biji kopi. Sekitar satu dari sepuluh buah hanya mengandung satu biji kopi yang lebih kecil dan bulat, dan dikenal sebagai peaberry.

Ada dua spesies utama kopi: arabika dan robusta, yang tidak dapat dikawin silang karena mengandung sejumlah kromosom yang berbeda.

Biji kopi arabika berbentuk elips, mengandung minimal dua kali lebih banyak minyak dan gula dibandingkan dengan biji kopi robusta; sehingga menjadi lebih aromatik, memiliki citarasa seperti kacang yang manis.

Biji kopi robusta lebih kecil dan lebih bulat dibandingkan dengan biji kopi arabika, dan memiliki citarasa yang jauh lebih pahit. Kadang seperti rasa pahit akibat hangus, lebih disukai untuk membuat campuran espresso Italia yang klasik.

Setelah dipanen, buah kopi dijemur dan kemudian dikuliti untuk diambil bijinya, atau bubur buah dibuang (menggunakan air dan enzim). Kemudian biji dikeringkan di bawah sinar Matahari sampai biji kopi berwarna hijau muda, kemudian dipanggang dengan suhu antara 180 derajat Celcius sampai 240 derajat Celcius selama 2 menit sampai 20 menit, untuk meningkatkan citarasa kopi. Semakin tinggi suhu dan semakin lama proses pemanggangan, maka akan semakin gelap dan lebih kuat citarasa biji kopi.

Kafein dan polipenol

Biji kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa biologis aktif, di mana manfaat kafein dan polifenol yang dikenal sebagai asam klorogenat (CGA)) untuk kesehatan adalah yang paling banyak diteliti.

Biji kopi yang berwarna hijau memiliki kandungan tertinggi kafein dan asam klorogenat. Biji kopi robusta yang berwarna hijau mengandung hampir dua kali lebih banyak kafein dibandingkan dengan biji kopi arabika (perbandingan 2,7% : 1,5%) dan asam klorogenat — biasanya terdapat sekitar 10% berat kering biji kopi robusta dibandingkan sekitar 5% sampai 8% berat kering biji kopi arabika.

Setelah biji kopi dipanggang, kadar asam klorogenat turun hingga setengahnya dalam waktu 12 menit, dan hampir menghilang setelah 20 menit. Jumlah asam klorogenat yang ada dalam kopi murni bervariasi 87 mg/100ml sampai 212 mg/100ml, tergantung pada varietas kopi.

Tentu saja masih menyisakan kafein, yang hanya turun sedikit akibat proses pemanggangan (sekitar 1,3%). Kadar tertinggi asam klorogenat ditemukan dalam biji kopi yang berwarna hijau, proses pemanggangan mengubah beberapa asam klorogenat ini menjadi quinida yang berkhasiat mengurangi kadar glukosa darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Kopi adalah baik untuk kesehatan Anda

Sebagian besar dari kita suka kopi karena citarasanya — manfaat kopi untuk kesehatan adalah bonus tambahan. Untuk para pecinta kopi, nuansa citarasa dalam campuran kopi yang berbeda adalah mirip dengan kompleksitas yang ditemukan dalam arak anggur. Citarasa dan aroma kopi tergantung di mana biji kopi ditanam, bagaimana proses panennya, proses pemanggangan dan banyaknya air yang digunakan untuk menyiapkan minuman kopi. Beberapa orang lebih suka campuran kopi robusta karena citarasa dan aroma yang kuat dan tajam, sementara yang lain lebih suka memilih campuran arabika yang aromatik.

Kopi dan penurunan berat badan

Kafein dan asam klorogenat yang terkandung di dalam ekstrak kopi yang berwarna hijau berkhasiat menekan nafsu makan dan meningkatkan tingkat metabolisme sehingga lebih banyak lemak yang dibakar dan menghasilkan lebih banyak panas. Efek ini dapat meningkatkan tingkat metabolisme sebanyak 10% selama dua sampai tiga jam.

Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi kafein yang rutin menyebabkan seseorang menjadi ramping karena membakar tambahan energi 150 kkal selama 12 jam, dibandingkan dengan relawan yang menderita obesitas membakar tambahan energi 79 kkal selama 12 jam.

Asam klorogenat dalam kopi juga memperlambat penyerapan glukosa, dan mengatur pelepasan hormon usus sehingga mengurangi rasa lapar. Jika Anda mengalami kesulitan menurunkan berat badan, minumlah kopi atau mengonsumsi ekstrak kopi yang berwarna hijau.

Kopi dan kesehatan

Penelitian besar berbasis populasi yang melibatkan lebih dari 400.000 orang menyatakan bahwa minum kopi dikaitkan dengan penurunan angka kematian dari semua penyebab medis, termasuk serangan jantung, gagal jantung, stroke dan beberapa jenis kanker (kanker payudara yang memberi respons negatif terhadap reseptor estrogen, kanker endometrium, kanker prostat, kanker hati dan kanker usus). Asupan kopi secara teratur juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes, gagal jantung, penyakit perlemakan hati. Manfaat terbesar didapat dengan minum 2 gelas sampai 4 gelas setiap hari.

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 90.300 orang dewasa di Amerika Serikat yang dipantau selama sekitar sepuluh tahun untuk membandingkan angka kematian peminum kopi dengan orang yang jarang atau tidak minum kopi sama sekali. Setelah disesuaikan adanya tidaknya faktor merokok dan faktor lainnya, peminum 1 gelas kopi setiap hari mengalami penurunan risiko meninggal lebih kecil dari 6% selama penelitian dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Peminum 2 gelas sampai 3 gelas kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan 18% angka kematian, sedangkan peminum 4 gelas sampai 5 gelas kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan 21% angka kematian. Peminum 6 gelas kopi setiap hari adalah 16% lebih mungkin untuk bertahan hidup selama masa tindak lanjut dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali.

Temuan serupa juga berlaku untuk kopi tanpa kafein, yang menunjukkan bahwa komponen kopi lainnya, seperti polifenol, memberi manfaat utama. Penurunan terbesar dalam kematian terlihat untuk penyakit jantung, penyakit pernapasan kronis, diabetes, pneumonia dan influenza, menyakiti diri sendiri, tetapi tidak untuk kanker. Peneliti menyarankan bahwa kopi dapat mengurangi angka kematian karena menyembuhkan peradangan, memperbaiki fungsi paru, mengurangi sensitivitas insulin, dan menyembuhkan depresi.

Diabetes

Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 13.500 orang dewasa di Jepang, pria dan wanita yang minum satu gelas kopi atau lebih setiap hari, sekitar 30% lebih kecil kemungkinannya untuk menderita diabetes dibandingkan orang dewasa yang minum sedikit kopi atau tidak minum kopi sama sekali, menunjukkan bahwa minum kopi secara teratur melindungi tubuh sehingga tidak menderita diabetes.

Peredaran darah

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 25.100 orang dewasa menunjukkan bahwa minum lebih banyak kopi dikaitkan dengan rata-rata kejadian pengerasan pembuluh darah yang lebih rendah, dan mengurangi kekakuan pembuluh darah. Minum satu gelas sampai lima gelas kopi setiap hari memiliki kadar kalsium yang lebih rendah secara bermakna sehingga mengurangi kecenderungan kalsium menempel di pembuluh darah koroner.

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk jangka pendek, efek ini cenderung berkurang seiringan dengan asupan kafein secara teratur. Asam klorogenat yang terkandung di dalam biji kopi berwarna hijau berkhasiat mengurangi tekanan darah dengan cara meningkatkan elastisitas pembuluh darah.

Mempersiapkan kopi terbaik

Untuk menikmati kopi yang terbaik, dan untuk mendapatkan kadar tertinggi polifenol yang bermanfaat, jika Anda sanggup maka gilinglah sendiri biji kopi sebanyak yang Anda inginkan, yang akan digunakan dalam waktu 3 minggu dari proses pemanggangan. Jika Anda membeli biji kopi,belilah biji kopi dalam jumlah sedikit namun sering.

Memantau asupan kafein Anda

Pedoman di Eropa menunjukkan bahwa mengonsumsi total kafein 400 mg setiap hari dari berbagai sumber tidak memberi konsekuensi kesehatan bagi orang dewasa yang sehat (terbatas 200 mg untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui).Untuk menempatkan bahwa dalam konteks:

60 ml espresso mengandung sekitar 80 mg kafein.

• 125 ml kopi instan mengandung 65 mg kafein.

• 125 ml kopi murni mengandung 85 mg kafein.

• 150 ml teh mengandung 32 mg kafein.

• 250 ml minuman energi mengandung sekitar 80 mg kafein (periksa label).

• 330 ml Coca Cola mengandung sekitar 40 mg (periksa label).

• 50 gram cokelat hitam mengandung sekitar 25 mg kafein, 50 g susu cokelat mengandung sekitar 10 mg kafein. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular