Presiden Filipina, Rodrigo Duterte membenarkan bahwa mantan Presiden Filipina Fidel Ramos telah mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Filipina untuk Tiongkok.

Senin  (1/11/2016) adalah Hari Raya Bagi Semua Orang Kudus yang dimeriahkan di Filipina. Saat berjiarah ke makam orang tua di Davao City, Duterte kepada wartawan media lokal di sana mengatakan, “Saya sudah menerima surat pengunduran diri beliau”.

Hubungan antara Filipina dengan Tiongkok mulai terganggu di era Presiden Aquini III akibat sengketa pulau di Laut Tiongkok Selatan. Tetapi pada Juli lalu Duterte mengirim delegasi khusus yang dipimpin oleh Fidel Ramos ke Beijing untuk meredakan ketegangan.

Melalui pertimbangan, Fidel Ramos akhirnya menerima tugas tersebut, sehingga berangkatlah ia bersama delegasi ke Hongkong dalam rangka memperbaiki hubungan melalui “diplomasi kawan lama” pada paro pertama Agustus lalu.

Duterte berterima kasih atas kesediaannya untuk membantu dirinya menyelesaikan urusan kenegaraan meskipun usianya sudah lanjut. Ia juga mengakui bahwa Ramoos ada memberikan beberapa saran kepadanya, tetapi “Saya punya pertimbangan sendiri”.

Meskipun Ramos telah berhasil membuka jalan bagi pertemuan kepala kedua negara, namun ia tidak disertakan dalam rombongan kunjungan Duterte ke Beijing pada 18 – 21 Oktober lalu.

Selain itu, Ramos juga beberapa kali menulis artikel di koran Manila yang berisikan kritikan atas diplomasi luar negeri Duterte yang  berayun-ayun serta keputusan menolak perjanjian iklim Paris.

Beberapa sumber diplomatik menduga bahwa pengunduran diri Fidel Ramos sebagai Utusan Khusus Filipina adalah urusan cepat atau lambat, karena ia pernah menjabat sebagai presiden, jadi akan kurang senang dengan titel yang Utusan Khusus Filipina. (Central News Agency/ Lin Xinjian/sinatra/rmat)

Share

Video Popular