Oleh: Tai Yuan

Terdapat banyak cara perhitungan nasib. Salah satu yang paling kuno adalah yang berasal dari daratan Tiongkok yakni Ilmu Perhitungan Nasib 8 Karakter (八字bā zì dibaca: pa ze, selanjutnya disingkat Pa Ze).

Dengan melalui data tanggal lahir (tahun, bulan, hari dan jam) dialihkan ke karakter bahasa mandarin, akan menjadi 8 abjad/karakter (Pa Ze) yang dapat dipergunakan untuk menghitung perjalanan nasib seseorang, yang didasari oleh ilmu 5 elemen tradisional Tiongkok, yaitu Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air.

Ada orang Pa Ze-nya tersurat: kaya, mulia, bahagia dan panjang umur, namun ada juga yang: miskin, kesulitan hidup atau mati muda, sesungguhnya terkandung rahasia apakah di dalam nya? Dalam dunia manusia, masih berlaku prinsip hutang (dosa) harus dibayar, membunuh orang harus dibayar dengan nyawa, dapatkah diatur sesuka hati?

Segala sesuatu yang terjadi dalam alam semesta tidak ada yang kebetulan, pasti memiliki dasar dan alasan yang telah muncul atau telah eksis. Dengan kata lain, seseorang bisa memiliki nasib baik atau buruk, juga bukan kebetulan. Semua memiliki sebab dan akibat.

Manusia di dunia ketika dilahirkan langsung dibersihkan dari ingatan masa lalu, dan dilengkapi oleh sepasang mata fisik duniawi ini yang tidak dapat menyaksikan keberadaan ruang dimensi lain, sehingga menganggap manusia dilahirkan memang semuanya seperti itu, sesungguhnya bukan demikian halnya.  

Jika Waktu Dapat Mundur ke Masa Lalu Dapat Menyaksikan Unsur Sebab-Akibat

Jika pada suatu hari ada orang berhasil menciptakan “alat menyaksikan masa lalu (Time Machine)”, bagaikan Video yang dapat merekam kehidupan sebelumnya, bahkan beberapa kali kehidupan sebelum kelahiran kali ini, kemudian seperti sebuah film yang dapat diputar kembali, kita dapat menyaksikan apa yang akan terjadi?

Saat itu Anda dapat menyaksikan seorang perawat berusia 40-an tahun, demi lebih awal mendapatkan gajinya, memasukkan racun ke dalam sup daging, atau menginjeksikan racun ke dalam tubuh, atau mencekik leher korbannya dengan seutas tali, sehingga majikan berusia 70 tahun itu tewas terbunuh.

Selain itu dengan metode sejenis, dalam tempo satu tahun perbuatannya itu telah diulangi sampai 10 kali. Dia memanfaatkan peraturan di pasar/bursa kerja perawat: jika bekerja belum cukup satu bulan, sang majikan telah meninggal dunia, gaji tetap akan dibayar penuh satu bulan.

Justru demi alasan remeh seperti ini: ingin bekerja lebih sedikit, tapi mendapat gaji lebih banyak, alasan yang sederhana ini cukup untuk membunuh begitu banyak orang, coba Anda katakan, jika dia pada siklus kehidupan selanjutnya dapat terlahir sebagai manusia (tentunya apabila percaya reinkarnasi), dapatkah dia bernasib baik? Pa Ze nya bisakah baik? Roh yang terbunuh itu bisakah meloloskan si pembunuh itu?

Ini bukanlah sebuah kisah khayalan, peristiwa ini terjadi pada Juli 2013 – Desember 2014 di kota Foshan dan Guangzhou, RRT. Perawat bernama He Tiandai (45), berasal dari kota kecil Lechang, dekat kota Shaoguan, dia menggunakan kemudahan sebagai perawat, dengan metode yang hampir sama telah melakukan kasus pembunuhan disengaja sebanyak 10 kali, diantaranya 2 kasus tidak sampai meninggal, 8 lainnya diracuni hingga meninggal.

Ada yang mengatakan, bagaimana Anda tahu dia setelah meninggal atau dalam kehidupan selanjutnya akan mengalami pembalasan, buktinya apa? Tentu di dalam ruang dimensi manusia kita ini, tidak akan diperoleh bukti kongkret yang dapat dengan nyata disaksikan oleh mata dan kepala seseorang.

Jika dapat dengan jelas dibuktikan sekarang, Anda disini baru membunuh orang, langsung dapat menyaksikan orang yang terbunuh itu dalam kehidupan selanjutnya mengambil sebilah pisau membunuh Anda. Tentu seketika itu Anda tidak bakalan berani berbuat jahat, dunia tidak akan ada lagi orang jahat.

Justru manusia dilahirkan sudah langsung berada di dalam kesesatan dan tidak mampu menyaksikan hal-hal dan wujud asli di ruang dimensi lain, maka manusia baru bisa diuji, apakah seseorang kelak mampu kembali ke ruang dimensi tingkat tinggi yang indah.

Jika setiap orang begitu terlahir sudah mampu menyaksikan wujud asli ruang dimensi lain dan mengetahui apabila berbuat jahat, pada kehidupan selanjutnya dirinya harus membayar. Berbuat kebaikan akan menuai imbalan baik, mengetahui dengan sangat jelas perihal reinkarnasi, dimana eksis pembalasan atas perbuatan baik dan jahat, orang itu niscaya bukanlah manusia, melainkan sudah setingkat Dewa.

Saya teringat pernah menulis sebuah kisah yang tercatat dalam sejarah. Seorang Sinshe (dokter tradisional Tiongkok) di sebuah desa, mengerti sejenis obat yang dapat menetralisir racun Arsenik, namun ia dengan harga tinggi baru bersedia mengobati pasiennya. Ketika berturut-turut ada 7 orang yang keracunan Arsen, berhubung tidak mampu membayar harga tinggi itu, akhirnya mereka tewas.

Dikemudian hari Sinshe tersebut setalah meninggal, ketika rohnya diadili oleh kehidupan tingkat tinggi di ruang dimensi lain, ia dijatuhi hukuman selama 7 kali kehidupan selanjutnya dan setiap kali meninggal pasti akibat keracunan Arsenik. Tentu saja Pa Ze-nya selama 7 kali berinkarnasi pasti berupa suratan takdir yang tewas secara mengerikan.

Coba dibayangkan apa ini tidak mengerikan? Jika saja ia sebelumnya mampu mengetahui perbuatannya dapat berakibat fatal sedemikian rupa, apakah ia masih berani melakukan hal tersebut?

Mungkin ada saja yang berargumentasi, pembalasan dari perbuatan baik atau buruk (Hukum Sebab Akibat) dan reinkarnasi harus didirikan di atas fondasi jiwa seseorang yang telah meninggal itu tidak akan musnah begitu saja, namun siapa yang dapat membuktikannya?

Tentu saja, seseorang yang sudah meninggal tidak dapat bangkit lagi dari liang kubur memberikan pembuktian. Hikmah yang dikisahkan oleh orang-orang terdahulu yang tercatat di dalam kitab/data sejarah, tidak perlu menunggu kita sendiri yang mempraktikkannya, karena ketika tiba di titik itu seseorang yang meninggal baru memahami bahwa segenap perbuatan baik atau buruk dalam seluruh kehidupannya adalah berimbalan. Namun karma (dalam bahasa sansekerta bermakna: hasil perbuatan) sudah ditentukan, ingin memperbaikinya sudah terlambat. (tys/whs/rmat)

Share

Video Popular