Bangsa Perancis sangat menaruh perhatian pada perlindungan lingkungan, karena itu mereka terus berinovasi dengan beragam metode.

Baru-baru ini, setelah percobaannya selama tiga tahun, seorang warga Perancis mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penguraian sampah organik dengan pembiakan belatung, dan mengatakan bahwa ini merupakan perputaran waktu kembali pada siklus ekologi kuno sekitar 200 juta tahun lampau.

Seperti yang kita ketahui, belatung adalah larva lalat. Seorang warga Perancis membudidayakan Lalat tropis dengan nama latin Hermetia illucens, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Black Soldier Fly. Lalat jenis ini berasal dari subtropis benua Amerika, tidak menggigit dan tidak mengandung penyakit serta tidak menjadi vektor /perantara penyakit. Rentang hidupnya bertahan hanya lima hari, dan dijuluki sebagai lalat paling higienis. Bourgeois menamakan perusahaannya “Green Soldier”.

“Lalat tentara hitam ini sudah ada sekitar 200 juta tahun lampau,” ujarnya.

Awalnya, Bourgeois membudidayakan lalat tentara hitam ini di garasi mobilnya untuk percobaan.

“Saya tidak membuat penemuan apapun, hanya terinspirasi oleh siklus biologi alam, karena teknologi manusia tidak bisa melakukannya dengan lebih baik daripadanya, “ katanya kepada reporter “Huffington Post.”

Meski kecil, lalat ini mampu mengolah puluhan ton sampah organik dalam 15 hari. Pengoperasian perusahaan dari “Green Soldier” ini sangat sederhana.

Setelah perusahaan mengumpulkan limbah seperti sayuran, buah-buahan dan Bio-limbah lainnya, mereka menyimpan limbah-limbah ini ke dalam sebuah bioreaktor, kemudian menambahkan telur dari lalat prajurit hitam, dan setelah lahir, mereka akan memakan sampah-sampah itu sampai habis tak tersisa dalam waktu relatif singkat.

Menurut penuturan Bourgeois, di dalam wadah sekitar 15 meter persegi dari bio-reaktor, cukup letakkan sejumlah kecil telur lalat tentara hitam, dan begitu larva itu lahir, puluhan ton sampah akan habis diolah olehnya hanya dalam tempo 15 hari kerja. Tidak ada cara lain yang lebih hemat biaya selain metode ini.

Sampah organik yang telah diolah itu sebenarnya merupakan kompos yang sangat baik, dan dapat dijual. Adapun mengenai larva-larva itu, perusahaan “Green Soldier” akan menyimpannya sebagian untuk pengembangbiakan, sisanya dijual ke sejumlah laboratorium. Karena segenap larva dari lalat prajurit hitam itu merupakan “pusaka”, selain bisa mengekstrak proteinnya untuk membuat pakan ternak, lemak yang dikandungnya dapat dijadikan sebagai biofuel, dan dapat mengekstrak kitin yang digunakan secara luas dalam biomedis.

Penanganan limbah yang sangat efektif dari lalat prajurit hitam.

Menurut keterangan situs “Green Soldier”, prajurit hitam dari telur menjadi lalat, siklus hidupnya sekitar 45 hari. Ketika larva menjadi lalat, ia akan menggunakan segenap hidupnya yang berlangsung sekitar 5 hari itu untuk  pengembangbiakan. Satu ekor lalat betina rata-rata dapat menghasilkan 800 telur.

Dalam menangani sampah organik, lalat prajurit hitam ini banyak manfaatnya. Dengan proses biokonversi menggunakan larva / Maggot BSF limbah organik ini akan tereduksi sampai tingkat 80%, dan 20% sisanya dapat digunakan sebagai pupuk organik yang sangat bagus untuk tanaman.

Larva nya sendiri akan tumbuh dan masuk pada fase prepupa. Pada fase ini menurut penelitian oleh berbagai pihak di seluruh dunia, prepupa mengandung protein sebesar 45%, lemak 35%, dan kandungan lainnya serta asam-asaman yang lengkap yang bisa digunakan sebagai sumber protein bagi pakan ternak. Sungguh luar biasa bukan manfaatnya.

Bourgeois mengatakan, metode penguraian sampah organik telah diterapkan secara luas di Afrika Selatan. Sementara di Perancis, karena banyaknya pembatasan aturan yang diberlakukan, sehingga justru tampak ketinggalan. Saat ini, perusahaan “Green Soldier” sedang mempersiapkan pengajuan hak paten atas teknologinya ini.

Menurut statistik, sampah organik yang diproduksi setiap tahun di Perancis lebih dari 18 juta ton. (Epochtimes/wen Jing/joni/rmat)

Share

Video Popular