Hipertensi diderita sekitar 30 persen orang dewasa di seluruh dunia. Sebagian besar orang membatasi makan garam untuk menurunkan tekanan darahnya. Di antara berbagai makanan yang ada, garam telah dituduh sebagai penyebab tekanan darah tinggi. Namun sebenarnya gula adalah penyebab tekanan darah tinggi yang sesungguhnya.

Penelitian meta analisis (merangkum hasil penelitian secara kuantitatif) yang meneliti 12 percobaan yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa asupan gula selama dua bulan atau lebih menaikkan lonjakan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 6,9 mmHg dan tekanan darah diastolik rata-rata sebesar 5,6 mmHg.

Salah satu masalah terbesar adalah fruktosa yang terkandung di dalam soda. Analisis lain dari enam penelitian kohort prospektif menemukan peminum minuman pemanis gula meningkatkan risiko hipertensi sebesar 12 persen dibandingkan dengan orang yang tidak minum minuman pemanis gula. Setiap porsi tambahan minuman pemanis gula meningkatkan lonjakan risiko sebesar 8,2 persen.

Anak-anak sangat berisiko. Dalam sebuah penelitian yang diikuti lebih dari 15.000 anak-anak dan remaja Iran, yang minum minuman pemanis gula lebih dari 90 mililiter setiap hari meningkatkan risiko hipertensi sebesar 2,74 kali lipat.

Jadi ketika sedang menderita Hipertensi, maka langkah pertama untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi adalah hindari makanan olahan yang mengandung kadar fruktosa yang tinggi. Langkah selanjutnya adalah menambahkan makanan yang tepat ke dalam diet anda.

Berikut adalah jenis makanan yang terbukti menurunkan tekanan darah.

Cokelat

Banyak penelitian membuktikan bahwa produk kakao dapat menurunkan tekanan darah. Dalam meta-analisis 10 percobaan terkontrol acak di Jerman, cokelat menurunkan rata-rata tekanan darah yaitu 4,5 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan 2,5 mmHg untuk tekanan darah diastolik setelah lebih dari 2 minggu sampai 18 minggu.

Cokelat hitam adalah sangat efektif. Sebuah penelitian meta-analisis terhadap 13 penelitian acak di Australia menyimpulkan bahwa cokelat hitam lebih efektif daripada plasebo dalam menurunkan tekanan darah. Di antara penderita hipertensi atau pra-hipertensi, makan cokelat menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 8,0 mmHg dan tekanan darah diastolik sebanyak 4,9 mmHg.

Namun jumlah cokelat hitam yang dimakan tidak memberi perbedaan penurunan tekanan darah. Dalam penelitian terkontrol acak yang diterbitkan di JAMA 44 penderita hipertensi atau pra-hipertensi diberi satu kotak kecil cokelat hitam atau putih yang mengandung 30 kalori. Setelah 18 minggu, penderita yang makan cokelat hitam mengalami penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 2,9 mmHg dan tekanan darah diastolik 1,9 mmHg. Tidak ada perubahan penurunan tekanan darah untuk penderita yang makan cokelat putih.

Peneliti menunjuk flavanol (terutama epicatekin) yang terkandung di dalam cokelat yang berperan menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal BMJ 21 relawan diberi minuman kakao yang mengandung kadar flavanol yang tinggi (701 mg) atau yang mengandung kadar flavanol yang rendah (22 mg). Setelah sesi latihan selama 10 menit, tekanan darah rata-rata menunrun sekitar 14 persen lebih rendah pada relawan yang minum minuman kakao yang mengandung kadar flavanol yang tinggi.

Sebuah penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa cokelat juga mengandung prosianidin yang meningkatkan produksi oksida nitrat dan merelaksasi pembuluh darah.

Cokelat juga memperpanjang umur. Sebuah penelitian terhadap 470 pria tua yang dimuat di Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa tekanan darah pria tua yang makan cokelat paling banyak menurunkan dibandingkan pria tua yang makan sedikit cokelat. Cokelat juga memangkas risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah hingga setengahnya.

Minyak zaitun

Proyek SUN merupakan penelitian kohort prospektif di Spanyol yang anggotanya adalah semua lulusan universitas. Data dari 6.863 peserta penelitian, dengan minimal dua tahun masa tindak-lanjut, menunjukkan bahwa di antara pria, hipertensi yang diderita pria yang makan lebih banyak minyak zaitun berkurang hingga 75 persen dibandingkan pria yang hanya makan sedikit minyak zaitun.

Pada percobaan acak dan terkontrol plasebo di Universitas Massachusetts, AS, 41 peserta penderita obesitas diminta untuk menggantikan lemak dalam makanan yang biasa mereka makan dengan minyak zaitun atau campuran minyak jagung, minyak kedelai dan mentega. Setelah tiga bulan pada kelompok peserta yang makan minyak zaitun, tekanan darah diastolik turun rata-rata 3 mmHg dan tekanan darah sistolik turun rata-rata 6 mmHg.

Bit

Bit menurunkan tekanan darah secara bermakna berkat tingginya kandungan nitrat di dalamnya. British Heart Foundation mendanai sebuah penelitian yang diikuti oleh 68 penderita hipertensi. Setengah dari penderita hipertensi tersebut minum 250 ml (sekitar secangkir) jus bit atau jus plasebo yang tidak mengandung nitrat. Pada kelompok peserta yang minum jus bit yang mengandung nitrat, tekanan darah sistoliknya turun rata-rata 8.1 mmHg dan tekanan darah diastoliknya turun rata-rata 3.8 mmHg. Selain itu, fungsi endotel meningkat sekitar 20 persen dan kekakuan arteri berkurang pada kelompok peserta yang minum jus bit yang mengandung nitrat, tetapi tidak terjadi pada kelompok yang minum jus plasebo.

Penelitian prospektif lain baru-baru ini diikuti oleh 1.546 peserta yang tidak menderita hipertensi, berusia antara 20 tahun sampai 70 tahun, mengumpulkan data jumlah sayuran yang mengandung nitrat yang dimakan setiap hari. Setelah tiga tahun, peserta yang makan sayuran yang paling banyak mengandung nitrat berkurang risiko menderita hipertensi sebesar 37 persen dibandingkan dengan peserta yang makan sedikit sayuran yang mengandung nitrat.

Bawang putih

Menambah bawang putih ke dalam makanan Anda dapat menurunkan tekanan darah. Dalam penelitian meta-analisis dari tujuh percobaan acak dan terkontrol plasebo, peneliti menemukan khasiat bawang putih terhadap tekanan darah secara bermakna, di mana tekanan darah sistolik rata-rata turun 6,71 mmHg dan tekanan darah diastolik turun 4,79 mmHg.

Khasiat bawang putih terhadap tekanan darah tergantung pada dosis. Sebuah penelitian di Australia yang diikuti 79 penderita hipertensi dengan tekanan darah sistolik yang tidak terkontrol. Penderita dibagi dalam empat kelompok dan setiap hari menerima plasebo, atau satu kapsul (240 mg), dua kapsul (480 mg), atau empat kapsul (960 mg) ekstrak bawang putih setiap hari. Dosis 2 kapsul setiap hari (480 mg) adalah yang paling efektif, di mana menurunkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 11,8 mmHg.

Kenyataannya, bawang putih menjadi saingan obat tekanan darah. Dalam sebuah penelitian terhadap 210 penderita hipertensi, tablet bawang putih secara bermakna mengurangi tekanan darah dibandingkan dengan obat atenolol. Lagipula tidak seperti obat, bawang putih aman dikonsumsi dan ditoleransi dengan baik.

Semangka

Penelitian menunjukkan bahwa semangka menurunkan tekanan darah. Sebuah penelitian pilot di Florida State University memberi 9 peserta pra-hipertensi enam gram asam amino L-sitrullin dari ekstrak semangka setiap hari. Semua peserta menunjukkan peningkatan fungsi pembuluh darah dan tekanan darah aorta yang lebih rendah.

Karena kaya akan kalium, semangka juga membantu menjaga garam untuk tidak meningkatkan tekanan darah. Semangka juga mengandung likopen, yaitu antioksidan kuat yang berhubungan dengan kesehatan jantung, pembuluh darah yang sehat dan aliran darah yang baik. Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak semangka memperbaiki tekanan darah aorta.(Epochtimes/Vivi)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular