JAKARTA  – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, memastikan bahwa BNP2TKI akan melakukan pelayanan yang terbaik bagi para korban kapal pengangkut TKI yang tenggelam dalam pelayaran dari Malaysia.

“Kami memastikan bahwa BNP2TKI akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi langsung dengan pihak pihak terkait di lapangan seperti BNPB dan Polda Kepri serta Pemerintah Provinsi Kepri,” kata Nusron dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Menurut Nusron, dirinya sudah perintahkan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjung Pinang, Kombes Pol Ahmad Ramdhan, untuk bertindak cepat dan tepat dalam penanganan peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut TKI tersebut.

Menurut Kepala BP3TKI Tanjung Pinang, Kombes pol. Ahmad Ramadhan, peristiwa tersebut terjadi karena pada akhir tahun antara Oktober -Desember di negara Malaysia sedang gencar-gencarnya dilaksanakan razia oleh pihak imigrasi dan polis Diraja Malaysia.

Oleh karena itu, untuk menghindari razia para TKI Nonprosedural/ilegal ini kembali ke Indonesia melalui pelabuhan tidak resmi dan berangkat pada malam hari.  Menurut Ahmad, berangkat malam dikarenakan pada malam hari pengawasan berkurang dan tiba di batam saat masih dini hari.

Namun demikian, nasib naas menimpa para TKI tersebut ditambah dengan cuaca buruk juga melebihi kapasitas.  Apalagi kapal tersebut yang tidak layak berlayar serta tidak dilengkapi perlengkapan pengaman seperti pelampung.

Sementara Kabag Humas BP3TKI yang juga juru bicara BNP2TKI, Servulus Bobo Riti, menyatakan pemerintah terus mengedukasi dan mensosialisasikan prosedur keberangkatan dan kepulangan sebagai TKI melalui jalur prosedural, namun demikian selalu masih ada yang punya pilihan lain.

Menurut dia, tanpa berburuk sangka,  peristiwa semacam itu tetap akan terjadi lagi karena diangap sebagai pilihan. Servulus menuturkan, tanpa mengurangi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat, mereka yang selamat mengetahui bahwa sudah terjadi kapal tenggelam beberapa bulan lalu.

“Pilihan hidup mereka untuk kembali sebagai TKI dengan kapal yang tidak berkelaikan resmi karena banyak ditipu calo atau karena alasan-alasan yang mereka sendiri tahu dan sadari,” katanya.

Oleh karena itu, BNP2TKI menyatakan akan terus  memberikan edukasi dan sosialisasi di daerah sumber TKI, walaupun modus operandi non prosedural akan selalu terjadi. Ditambah dengan para peranan  para aktor pasar gelap baik di Indonesia maupun di Malaysia. (BNP2TKI/asr)

Share

Video Popular