“Penyihir” ini bisa dibilang salah satu tema yang paling menarik dari cerita anak-anak, meskipun dia selalu tidak terlepas dari menggunakan citra negatif seperti “mantra sihir” untuk mencelakakan orang, “gelap menyeramkan”, “jahat ,” dan lain-lain, namun pada kenyataannya ada beberapa dongeng sang penyihir, sangat baik dan menarik, membuat orang sangat menyukainya; dan kali ini kita membahasa satu buku cerita tentang penyihir berjudul Winnie the Witch.

Sama dengan sebagian besar penyihir, dalam semua warna yang paling favorit dari Winnie adalah hitam. Dia tinggal di sebuah rumah berwarna hitam: Di luar rumah berwarna hitam, di dalam semua karpet hitam, kursi hitam, tempat tidur hitam, seprai dan selimut hitam, kamar mandi hitam – dan dia juga dia memelihara seekor kucing hitam bernama Wilbur.

Wilbur seluruh tubuhnya dari atas dan bawah berwarna hitam pekat, tapi warna matanya hijau berkilau sehingga ketika membuka mata Winnie sangat mudah untuk melihatnya, tetapi ketika Wilbur menutup matanya untuk tidur, karena dikelilingi berwarna hitam, tentu saja tidak kelihatan, jadi Winnie sering tersandung atau menginjak ekornya. Setelah jatuh beberapa kali, Winnie memutuskan untuk mengambil tongkat sihirnya mengubah Wilbur menjadi kucing hijau seperti warna matanya.

Winnie sangat senang, karena mulai saat ini tidak akan tersandung lagi, tetapi ketika Wilbur pergi ke luar dan duduk di atas rumput hijau untuk beristirahat, bahkan jika dia membuka matanya, Winnie tidak bisa melihatnya, maka kali ini penyihir akan tersandung jatuh bahkan lebih parah.

Winnie marah melambaikan tongkat ajaib untuk menyihir si Wilbur bergonta-ganti warna beberapa kali, dan terakhir dia bahkan merubah Wilbur menjadi kucing berwarna pelangi- kepala berwarna merah, badan kuning, ekor merah muda, kaki ungu. Winnie sangat bangga, karena sekarang kemanapun Wilbur pergi, sekilas dia sudah dapat melihatnya!

Namun, Wilbur yang berubah menjadi kucing berwarna pelangi sedikitpun tidak merasa senang, karena dia ditertawai hewan-hewan di sekitarnya, mereka merasa dia terlihat benar-benar aneh. Wilbur yang sedih dan putus asa memutuskan bersembunyi di puncak pohon yang tinggi, tidak ingin turun lagi…

Ketika cerita ini berhenti sampai di sini, saya akan berhenti dan bertanya kepada anak-anak: Mengapa Wilbur sedih dan bersembunyi di pohon dan tidak ingin turun lagi? Jika Anda adalah seorang penyihir, melihat Wilbur demikian sedih bagaimana Anda akan melakukannya? Biarkan anak-anak menggunakan otak mereka, memikirkan solusinya.

Akhir ceritanya tentu saja dengan happy ending: Winnie memutuskan melambaikan tongkat sihirnya sekali lagi, pertama mengubah kembali warna Wilbur ke warna asalnya hitam, kemudian merubah warna rumahnya dari luar dan dalam dengan warna-warna terang: dinding kuning, atap merah, kursi putih, dapur bergaris merah dan putih, karpet hijau, tempat tidur biru, sprei berwarna putih – bisa membayangkan, sekarang, tidak peduli Wilbur berada di mana, Winnie akan sangat mudah untuk melihatnya! Pesan moral dari kisah sederhana ini adalah: Jangalah menjadi orang yang egois, mengorbankan orang lain demi kepentingan diri sendiri.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular