27 Oktober 2016 lalu, ‘Sidang Paripurna VI Komite Sentral PKT XVIII’ telah usai, dan laporan hasil rapat telah dipublikasikan, “Kepemimpinan yang berintikan Xi (Jinping)”, selanjutnya disingkat: Inti Xi” untuk pertama kalinya tertera pada laporan.

Kini “Inti Xi” secara resmi telah muncul dalam berbagai dokumen resmi pemerintahan, yang menunjukkan Xi Jinping yang telah memegang kekuasaan besar memiliki kewibawaan yang cukup kuat untuk menyusun Kongres ke-19 tahun depan.

Ini juga merupakan inti dari posisi yang akhirnya dibangun oleh Xi Jinping sendiri setelah berkuasa selama 4 tahun. Menurut pemberitaan media, “Inti Xi” adalah inti kepemimpinan yang pertama kalinya sepanjang sejarah dibangun oleh seorang Sekretaris Jendral yang menjabat lewat Sidang Paripurna.

Pemberitaan lainnya mengatakan, “Inti Xi” juga merupakan pertama kalinya ‘inti’ dimasukkan kembali dalam arsip resmi PKT sejak 2002. Dengan kata lain, kali ini pentas politik Beijing kembali memasuki jaman ‘inti’ setelah terpaut 14 tahun, dan masa terputusnya adalah pada pemerintahan Hu Jintao.”

Seperti diketahui, Hu Jintao yang menjabat sebagai Sekjend setelah Jiang Zemin, tidak pernah menikmati posisi ‘inti’ adalah karena Jiang Zemin mencengkeram militer dan intervensi politik untuk mengendalikan Hu Jintao. Jiang mati-matian tidak membiarkan Hu menjadi inti kekuatan, dan terlebih lagi tidak mungkin mendukung initi kekuatan Xi Jinping.

Jadi begitu menjabat, Xi langsung memprakarsai menolak intervensi para sepuh di kalangan birokrat Partai Komunis Tiongkok/PKT, untuk itu dibutuhkan secara bersamaan menguasai tampuk kepemimpinan tertinggi militer, mundurnya Hu Jintao telah memberi sumbangsih, juga menjadi pondasi yang cukup kuat bagi inti kekuatan Xi saat ini.

Dan dalam proses pemerintahan Xi Jinping, intervensi politik dari kaum sepuh yang paling berbahaya adalah inti kekuatan Jiang Zemin, posisi inti Jiang Zemin berpijak pada peristiwa berdarah Lapangan Tiananmen 1989 silam, sementara inti kekuatan nyata Xi pertama kalinya bersumber dari prestasi memberantas korupsi.

Menyimpulkan 4 tahun aksi pemberantasan korupsi, harimau yang diciduk Xi merupakan perwakilan Jiang Zemin di tubuh militer dan partai, seperti dua harimau terbesar militer Xu Caihou dan Guo Boxiong, beserta mantan Sekretaris Komisi Politik Hukum Pusat yang sekaligus merangkap anggota Dewan Tetap Politbiro PKT Zhou Yongkang. Lebih dari 180 orang pejabat provinsi serta puluhan perwira militer lain, hampir semua mempunyai keterkaitan dengan Jiang Zemin.

Melihat lagi pemberitaan media, yang menarik perhatian dalam laporan terbuka kali ini selain “Inti kekuatan Xi”, adalah pernyataan “dilarang memuji pemimpin”, kedua hal ini terlihat kontradiksi. Sebenarnya ada maksud lain dari pernyataan ini.

Ketika masih berkuasa Jiang Zemin sangat tidak mendapat hati berbagai pihak, terlebih lagi setelah pensiun, tapi data berita sejarah menunjukkan, yang paling banyak dipuji oleh media ofisial PKT adalah Jiang Zemin, selama belasan tahun berkuasa sampai akhirnya meletakkan jabatan, birokrat masih saja terus memuji Jiang.

Faktanya, di masa pemerintahan Jiang, di antara kalangan birokrat dan petinggi PKT yang berwibawa, mungkin hanya Zhu Rongji seorang, terutama saat Zhu Rongji menyelesaikan masalah pengaduan praktisi Falun Gong secara damai pada 25 April 1999 silam.

Bahkan tokoh internasional dan media massa pun memberikan apresiasi yang sangat tinggi baik terhadap Falun Gong maupun pada Zhu Rongji, serta menganggapnya sebagai contoh teladan dalam hal dialog penyelesaian konflik antara pemerintah dengan masyarakat. Dan peristiwa ini menjadi satu hal yang membuat Jiang Zemin iri hati pada Zhu Rongji.

Baik bagi para pendukungnya maupun bagi kelompok korup Jiang Zemin yang menentangnya, era bagi ‘inti’ kekuatan Xi” telah tiba, saat ini berbagai analisa berpendapat. Momentum ini sangat tepat untuk terus mendorong reformasi dan memberantas korupsi. Dalam hal pemberantasan korupsi, seperti diutarakan pada bagian “pengawasan internal partai” tertera bahwa “Pengawasan internal partai tidak mengenal daerah terlarang, dan tidak ada pengecualian”, yang terutama menjadi titik beratnya adalah “Dewan Tetap Politbiro”.

Intinya, sidang paripurna telah berakhir, yang belum berakhir adalah orang-orang yang berikutnya akan dilengserkan, satu pun tidak akan luput. (Dajiyuan/whs/rmat)

Share

Video Popular