Pada 14 November 2016 mendatang, Bumi akan menyambut pemandangan astronomi yang menakjubkan berupa supermoon terbesar abad ini. Pemandangan spektakuler supermoon ini hanya dapat dinikmati sekali dalam sepanjang hidup.

Supermoon pada 14 November ini adalah yang terbesar sejak 1948, dan supermoon berikutnya akan terjadi pada 2034 mendatang.

Tepatnya pada 14 November 2016 pukul 18:23 WIB, jarak antara Bumi dan Bulan hanya sekitar 356.509 km. Dan dua pekan sebelum Supermoon ini, Bulan juga akan berada di titik terjauh (apogee) dari Bumi.

Supermoon ini akan membuat Bulan Purnama tampak lebih besar, bulat dan terang dari rata-rata Bulan Purnama lainnya.

Supermoon kali ini tidak saja terbesar dan tapi juga paling terang dan sangat dekat jaraknya dengan bumi, pastikan Anda tak melewatkan fenomena supermoon ini, karena bulan tak akan berada di jarak sedekat itu hingga 25 November 2034.

Panorama supermoon yang menakjubkan. (NASA Video screenshot)
Panorama supermoon yang menakjubkan. (NASA Video screenshot)

Artinya, harus menunggu 18 tahun lagi jika Anda melewatkan panorama supermoon kali ini.

Dalam istilah astronomi, nama ilmiah dari supermoon ini adalah perigee full moon. Adapun istilah supermoon ini mulai populer sejak bulan purnama pada 9 Maret 2011 lalu, kemudian supermoon yang terjadi setiap tahun berikutnya masing-masing adalah 6 Mei 2012, 23 Juni 2013, 10 Agustus 2014 dan 28 September 2015.

Supermoon yang terjadi sebelum gerhana total di langit Inggris pada 27 September 2015 lalu. Malam ketika itu dunia menyaksikan gerhana bulan super yang langka, yakni panorama menakjubkan supermoon dan gerhana bulan yang muncul bersamaan. Panorama spektakuler supermoon malam ketika itu indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata. Tiga kali munculnya fenomena supermoon di akhir musim secara berturut-turut pada Oktober, November dan Desember. (Matt Cardy/Getty Images-NASA Video screenshot)
Supermoon yang terjadi sebelum gerhana total di langit Inggris pada 27 September 2015 lalu. Malam ketika itu dunia menyaksikan gerhana bulan super yang langka, yakni panorama menakjubkan supermoon dan gerhana bulan yang muncul bersamaan. Panorama spektakuler supermoon malam ketika itu indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata. Tiga kali munculnya fenomena supermoon di akhir musim secara berturut-turut pada Oktober, November dan Desember. (Matt Cardy/Getty Images-NASA Video screenshot)

Supermoon 14 November 2016 mendatang ini akan membuat Bulan Purnama memiliki diameter sudut sekitar 7% lebih besar dari rata-rata Bulan Purnama. Bila dibandingkan dengan Micromoon, maka akan tampak sekitar 12-14% lebih besar. Supermoon juga terlihat sekitar 30% lebih terang.

Bagi Anda yang tidak sering mengamati Bulan, mungkin akan melihat Bulan yang biasa saja di langit, atau bahkan kesulitan melihat besarnya Bulan. Namun, jika memiliki teleskop, Anda akan lebih mudah menemukan perbedaan besar diameter sudut Bulan Purnama.

Meskipun pada saat Supermoon di posisi Matahari-Bumi-Bulan akan selaras di bidang Tata Surya, hal tersebut bukan merupakan pemicu bencana alam seperti gempa bumi atau aktivitas tektonik lainnya. Efek dari Supermoon bagi Bumi sangat kecil, bahkan tak berefek sama sekali.

Sudah banyak ilmuwan yang telah melakukan penelitian tentang hubungan antara Supermoon dengan bencana alam di Bumi, namun hingga kini belum menemukan suatu hubungan yang signifikan. Jadi jangan lewatkan kesempatan yang langka ini untuk menyaksikan supermoon. (Epochtimes/ Lin Yan/joni/rmat)

Share

Video Popular