- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Ayah Membebaskan Tuduhan yang Tidak Adil, Putranya Menjadi Cendekiawan

Pada zaman Dinasti Ming (1368-1644) ada seorang yang jujur, bernama Zhao Xi dari Qingzhou, Provinsi Shandong. Ia penegak hukum yang berani, dan juga tidak pernah memeras atau mengambil keuntungan apapun dari kasus yang ditanganinya.
Ketika menjadi pejabat pemerintahan suatu daerah, ada seorang komandan keamanan yang dihukum penjara. Zhao Xi tahu benar bahwa hukuman komandan ini karena kekeliruan. Ia memutuskan untuk membersihkan nama komandan dari tuduhan. Ia memahami seluk beluk kasus ini, dan melalui berbagai saluran ia mulai mengumpulkan bukti-bukti. Ia berkali-kali mengajukan permohonan agar kasus komandan ditinjau kembali. Akhirnya ia berhasil membersihkan tuduhan atas komandan itu, keadilan yang bengkok diluruskan, dan komandan itu dibebaskan.
Komandan sangat berterimakasih sekali, ia ingin membalas dengan memberikan anak perempuannya kepada Zhao Xi sebagai selir. Kata Zhao Xi: “Tidak, jangan, anak ini punya masa depan.”

Kemudian Zhao Xi ditunjuk menjabat Wakil Menteri. Beberapa tahun kemudian, anak laki-laki Zhao Xi yang bernama Zhao Bingzhong berangkat untuk menempuh ujian masuk pegawai kerajaan.

Bahan yang diujikan adalah tentang Tindakan Kerajaan dan Pemikiran Kerajaan. Zhao Bingzhong menuliskan dalam kertas ujiannya: Bilamana ada pikiran yang sejalan dengan prinsip-prinsip langit, buat usulan dengan segera, dan bilamana hasrat yang tidak baik muncul, segera tinggalkan. Kaisar bijaksana seperti Tang Yao dan Yu Sun diambil sebagai contoh, yaitu menaikkan standard moral rakyatnya, yang imbal baliknya membawa kemakmuran dan perdamaian kepada masyarakat. Hasil ujian itu baik dan seterusnya Zhao Bingzhong benar-benar menjadi cendekiawan ternama.

Prinsip langit “perbuatan baik akan mendapat pahala” adalah suatu kebenaran. Hanya jika anda menyebar benih kebajikan, anda akan menuai kebajikan.