Coca-cola yang digemari seluruh dunia lebih dari 100 tahun, rasa khusus yang menarik orang itu berasal dari biji Cola, sejenis tanaman ajaib.

Namun berhubung biji Cola mengandung senyawa Nitroso, semacam unsur penyebab kanker, sehingga sejak 1955 perusahaan Coca Cola telah berhenti menggunakan biji Cola. Selanjutnya diganti dengan rasa buatan dan ekstrak cafein.

Tapi banyak orang masih merasa asing, apakah biji Cola yang menjadi bahan penting dalam pembuatan Coca-Cola itu?

Coca dan Cola Digabung Menjadi Coca-Cola

Coca-Cola merupakan sebuah obat anti nyeri dan flu yang diramu oleh ahli farmasi John Pemberton dari Amerika Serikat pada akhir abad-19, kandungan utamanya adalah Coca dan Cola. Lahirnya minuman ringan Coca-Cola telah mengalahkan 2 minuman ringan terbesar AS lainnya, yaitu Sarsae dan Ginger Ale (Ale Jahe).

Apakah Coca itu?

Sesungguhnya bahan mentah Coca (daun Coca) adalah Cocaine, merupakan sejenis daun jamu yang sering digunakan untuk meringankan rasa nyeri di Amerika Tengah, misalnya sakit kepala atau kepala merasa tidak nyaman, daun Coka dikunyah berulang-ulang, akan meringankan gejala nyeri.

Lalu apakah Cola itu?

Cola adalah buah/biji Cola. Di Afrika Barat biji Cola sama penggunaannya dengan daun Coca, pada umumnya digunakan untuk anti nyeri, sesungguhnya hal ini juga memiliki kebersamaan dengan penduduk kepulauan Samudra Pasifik, yang biasa mengunyah buah Pinang, beda cara namun sama hasilnya.

Jika Coca-Cola mempunyai fungsi membius, bagaimana bisa digunakan sebagai bahan minuman untuk masyarakat umum?

Demi menghindar dari perihal keamanan makanan yang dapat menimbulkan penyakit Kanker, juga untuk menurunkan biaya pokok, perusahaan Cola sejak dini sudah tidak menggunakan dua jenis bahan tersebut. Coca-Cola yang  kita beli di pasaran sekarang ini, sudah diganti dengan bahan lain untuk menggantikan Cafein yang terdapat dalam tanaman jamu tersebut.

Kegunaan Biji Cola dalam Pengobatan

Biji Cola berwarna merah muda atau putih, berasal dari Afrika Barat. Penduduk setempat sudah lama terbiasa mengunyah biji Cola untuk menyegarkan tubuh, karena di dalam biji mengandung Cafein dan Theobromine, juga mengandung Gan biji Cola yang dapat merangsang denyut Jantung.

Biji Cola memiliki efek yang lebih keras daripada Kopi, Kakao dan The. Ia dapat menimbulkan perasaan euforia yang kuat, membuat system syaraf pusat dan Jantung bergairah, juga dapat meningkatkan suhu tubuh, tekanan darah dan pernapasan, efeknya dapat bertahan sampai 6 jam.

Selain itu biji Cola juga memiliki fungsi mengobati batuk Pertusis dan Asma, Cafein yang dikandungnya dapat digunakan sebagai obat memperlebar saluran pernapasan (bronkodilator), untuk meredakan batuk dan asma.

Biji Cola Mulai Disukai di Eropa – Amerika

Hingga sampai abad-15, penduduk Eropa baru mengetahui adanya tanaman biji Cola. Saat itu 10 ranting yang dipenuhi dengan buah Cola sudah dapat dipakai sebagai benda penyembahan kepada raja, dari sini dapat diketahui nilainya luar biasa. Mereka dengan cepat menyadari pentingnya biji Cola. Pada akhir abad-19, Eropa dan AS sudah mulai mengimport biji Cola dalam jumlah besar.

Biji Cola tersebut sebagian besar digunakan untuk membuat produk suplemen, misalnya tablet “Forced March”, mengandung campuran biji Cola dan daun Coca, dapat meredakan rasa lapar, dan meningkatkan ketahanan tubuh, bahkan ketika mengalami tekanan mental dan fisik secara terus menerus, setiap jam boleh menelan 1 tablet.

“Vin Mariani” arak Anggur produksi Perancis yang sangat populer, adalah terbuat dari ekstrak daun Coca dicampur dengan arak anggur merah, menurut laporan, Ratu Victoria, Thomas Edison dan Arthur Conan Doyle merupakan penggemar arak anggur tersebut.

Munculnya Coca-Cola bertepatan waktunya setelah pemerintah AS melarang Cocaine digunakan dalam produk segala jenis arak, sehingga air soda “Cola” yang mengandung ekstrak biji Cola, telah menjadi minuman kesayangan baru di masyarakat dan telah mengubah sejarah minuman ringan dunia.  (li xi/whs/rmat)

Share

Video Popular