Hipertensi diderita sekitar 30 persen orang dewasa di seluruh dunia. Sebagian besar orang membatasi makan garam untuk menurunkan hipertensi. Di antara berbagai makanan yang ada, garam telah dituduh sebagai penyebab tekanan darah tinggi. Namun sebenarnya gula adalah penyebab tekanan darah tinggi yang sesungguhnya.

Jadi ketika sedang menderita Hipertensi, maka langkah pertama untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi adalah hindari makanan olahan yang mengandung kadar fruktosa yang tinggi. Langkah selanjutnya adalah menambahkan makanan yang tepat ke dalam diet anda.

Berikut adalah jenis makanan yang terbukti menurunkan tekanan darah.

Jus delima

Dalam sebuah penelitian di Israel terhadap 101 penderita penyakit ginjal yang secara acak diberi minum 100 cc (sedikit lebih dari tiga ons) jus delima atau minuman plasebo setiap hari. Setelah satu tahun, tekanan darah sistolik secara bermakna lebih rendah pada kelompok peserta yang minum jus delima tetapi tidak terjadi pada kelompok yang minum minuman plasebo. Peneliti menyimpulkan bahwa minum jus delima secara teratur mengurangi tekanan darah sistolik dan dapat mengurangi aterosklerosis (timbunan lemak di dinding pembuluh darah).

Penelitian lain di Israel menunjukkan bahwa minum jus delima selama satu tahun mengurangi tekanan darah sistolik sebesar 12 persen.

Jus chokeberry

Penelitian juga membuktikan polifenol dalam jus buah memiliki dampak positif pada tekanan darah.

Satu penelitian menunjukkan bahwa setelah empat minggu minum 400 ml (sekitar 13 ons) jus chokeberry secara bermakna menurunkan tekanan darah.

Kacang pistachio

Sebuah penelitian meta-analisis yang meneliti 21 percobaan acak terkontrol menyimpulkan bahwa kacang pistachio menurunkan tekanan darah. Kacang pistachio memiliki efek paling kuat dalam menurukan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.

Air kelapa

Dalam sebuah penelitian di West Indies terhadap penderita hipertensi yang minum air kelapa menunjukkan penurunan tekanan darah secara bermakna hanya dalam waktu dua minggu. Dari penderita hipertensi yang minum air kelapa, 71 persen mengalami penurunan tekanan darah sistolik secara bermakna, dan 29% mengalami penurunan tekanan diastolik secara bermakna.

Biji rami

Biji rami mengandung lemak omega-3, lignan, dan serat yang memberikan manfaat untuk penderita penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Sebuah penelitian meta-analisis terhadap 11 penelitian menemukan bahwa makan produk biji rami mengurangi tekanan darah.

Dalam sebuah penelitian secara acak dan terkontrol plasebo, 110 penderita hipertensi makan berbagai makanan yang mengandung 30 gram biji rami giling atau plasebo setiap hari. Setelah enam bulan, tekanan darah sistolik turun sekitar 10 mmHg dan tekanan darah diastolik turun sekitar 7 mmHg pada kelompok penderita hipertensi yang makan biji rami. Efeknya bahkan lebih besar pada penderita dengan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg pada awal penelitian. Peneliti menyimpulkan bahwa biji rami memicu efek anti hipertensi paling ampuh yang terkandung di dalam makanan.

Biji-bijian utuh

Diet kaya serat dapat menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal ofClinical Nutrition, orang yang makan tiga porsi makanan gandum setiap hari mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 6 mmHg dan penurunan tekanan darah diastolik sebesar 3 mmHg setelah 12 minggu. Peneliti memperkirakan bahwa perbaikan tekanan darah yang dihasilkan oleh biji-bijian dapat menurunkan kejadian penyakit pembuluh darah koroner lebih dari 15 persen dan menurunkan kejadian stroke lebih dari 25 persen.

Minyak wijen

Dalam sebuah penelitian terhadap 50 penderita hipertensi di India, yang beralih makan minyak wijen selama 45 hari, tekanan darahnya kembali normal. Dan ketika penderita hipertensi tersebut berhenti menggunakan minyak wijen, tekanan darahnya kembali meningkat setelah 45 hari.

Penelitian lain di Yunani menunjukkan bahwa menggunakan 35 gr minyak wijen setiap hari akan menurunkan tekanan darah sistolik hanya dalam waktu 15 hari. Minyak wijen menurunkan tekanan darah diastolik pusat dan perifer hanya dalam satu jam setelah makan minyak wijen.

Teh kembang sepatu

Dalam penelitian acak terkontrol terhadap 60 penderita diabetes diberi minum dua cangkir teh kembang sepatu atau teh hitam setiap hari. Setelah 30 hari, penderita diabetes yang minum teh kembang sepatu mengalami penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 22 mmHg dan penurunan tekanan nadi sebesar 18 mmHg. Penderita diabetes yang minum teh hitam menunjukkan peningkatan tekanan darah sistolik dan tekanan nadi.

Sup gazpacho

Adalah sup sayuran mentah dengan berbahan dasar tomat, berasal dari selatan Andalucia Spanyol.

Buah kiwi

Buah khas asal New Zealand. Buah segar ini dipercaya efektif menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah peneltitian di Norwegia, memakan tiga buah kiwi per hari selama delapan minggu lebih banyak menurunkan tekanan darah disbanding dengan makan apel. “Meskipun kecil, kiwi mengandung banyak gizi dalam dagingnya yang hijau. Kiwi kaya akan lutein, antioksidan kuat yang berperan dalam menurunkan tekanan darah,” kata peneliti, Mette Svendse dilansir HealthDay,

Anggur concord (yang berwarna ungu)

Rempah-rempah juga dapat mengatur tekanan darah.

Kayu manis

Dalam sebuah penelitian di Inggris, penderita diabetes yang makan dua gram kayu manis secara bermakna mengurangi tekanan darah hanya dalam waktu 12 minggu.

Kapulaga

Dalam sebuah penelitian di India, penderita hipertensi stadium satu diberi makan tiga gram bubuk kapulaga setiap hari dalam dua dosis terbagi. Setelah 12 minggu, kapulaga secara bermakna menurunkan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Peneliti juga melaporkan bahwa semua penderita tersebut mengalami perasaan yang sejahtera tanpa efek samping.(Epochtimes/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular