Kolitis ulseratif menyebabkan kelelahan dan peradangan pada lapisan usus besar dan anus (rektum). Hampir 75 persen penderita penyakit radang usus, termasuk penderita kolitis ulseratif, mengalami kelelahan selama serangan penyakit.

Penelitian pada tahun 2011 mengungkapkan bahwa hampir 30 persen peserta mengalami kelelahan walaupun ketika tidak mengalami serangan penyakit.

Meskipun kelelahan tidak dianggap sebagai gejala universal kolitis ulseratif, namun kelelahan masih dilaporkan sangat umum terjadi. Mengendalikan kolitis ulseratif yang lebih efektif akan memperbaiki tingkat energi yang lebih besar.

Kelelahan yang dirasakan jauh melebihi rasa lelah yang biasa. Kelelahan yang luar biasa hingga mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Buruknya, kelelahan itu datang secara tak terduga. Kelelahan yang menyerang bagaikan kilat, mengubah seseorang yang energik menjadi tidak berdaya.

Kelelahan yang dialami penderita kolitis ulseratif merupakan respons tubuh terhadap peradangan yang terjadi di usus besar. Kelelahan juga berhubungan dengan anemia, gangguan penyerapan zat gizi oleh usus, efek samping obat-obatan, kurang tidur, kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, dan nyeri. Stres emosional juga memicu kelelahan.

Karena kelelahan dapat melemahkan dan menghambat Anda melaksanakan kegiatan sehari-hari, maka penting untuk menyadari langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk memerangi kelelahan akibat kolitis ulseratif.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan kelelahan akibat kolitis ulseratif.

• Kontrol kolitis ulseratif: Bekerjasama dengan dokter untuk merencanakan perawatan untuk mengendalikan kondisi Anda secara lebih baik.

• Singkirkan penyebab lain dari kelelahan: Periksa diri sendiri apakah Anda memeriksa anemia, mengalami gangguan tidur, mengalami masalah kesehatan mental, dan hal lain yang dapat menyebabkan kelelahan.

• Latihan fisik secara teratur.

• Cobalah untuk meningkatkan kualitas tidur: Paling sedikit tidur selama delapan jam setiap malam untuk meningkatkan kualitas tidur. Pastikan ruang tidur mendukung suasana untuk tidur.

• Tambahan vitamin: Pada kolitis yang parah, sulit untuk menyerap vitamin dan zat gizi, sehingga dokter menganjurkan Anda untuk mengonsumsi tambahan mineral dan vitamin untuk membantu meningkatkan gizi dan memerangi kelelahan.

• Rencanakan ke depan: Jika Anda memiliki acara mendatang, maka buatlah rencana ke depan dan perbanyak istirahat sebelum acara tersebut.

• Membuat penyesuaian hari kerja Anda, jika memungkinkan: Jika jam kerja pukul 09 : 00-17: 00 tidak dapat Anda jalani akibat kelelahan yang Anda derita, cobalah untuk membuat jadwal jam kerja yang berbeda sehingga Anda lebih produktif.

• Mengurangi stres: Stres dapat menjadi beban berat untuk tubuh, mempermudah terjadinya kelelahan dan memperburuk kelelahan.

• Sadarlah apa yang menjadi pemicu kelelahan : Mengetahui apa yang memicu terjadinya kelelahan dapat menguranti kelelahan. Contoh pemicu kelelahan yang umum terjadi adalah kurang tidur.

Dengan mengikuti cara ini, Anda akan sukses dalam menatalaksana kelelahan yang Anda alami akibat kolitis ulseratif yang Anda derita.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular