JAKARTA – Kementerian Luar Negeri mengatakan dua WNI yang bekerja secara legal sebagai nahkhoda di Kapal SSK 005 dan Kapal SN 1153/4f diculik di perairan Sabah, Kinibalu, Malaysia, Sabtu (5/11/2016).

Hingga kini belum dijelaskan secara rinci mengenai kelompok yang menculik kedua WNI yang merupakan berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. “Keduanya adalah WNI bekerja secara legal di kapal penangkap ikan Malaysia,” kata Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir dalam rilisnya, Minggu (6/11/2016).

Kementerian Luar Negeri mengatakan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Malaysia dan langsung menghubungi Menteri Luar Negeri Malaysia YB Datuk Sri Anifah Aman atas penculikan di Perairan Sabah.

Menurut Arrmanatha, Menlu Retno meminta kepada pemerintah Malaysia untuk membantu pembebasan terhadap WNI yang menjadi korban penculikan. Kemenlu atas kejadian ini menyampaikan keprihatinan atas terulangnya kasus penculikan di Perairan Sabah.

Tak hanya berkoordinasi dengan keamanan Malaysia, pemerintah juga berkoordinasi dengan pemilik kapal dan ABK yang sebelumnya dilepaskan oleh pelaku penculikan tersebut. Kemenlu juga intens menjalin komunikasi dengan KJRI Kota Kinibalu dan KJRI Tawau.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu RI mengimbau kepada para anak buah kapal Indonesia di sabah untuk sementara tak melaut hingga situasi keamanan di sekitar perairan dianggap kondusif. Sebelumnya sekitar Juli 2016, tiga ABK WNI diculik di perairan yang sama oleh militan Abu Sayyaf. (asr)

Share

Video Popular