Dua negara yang sama-sama berada di Semenanjung Korea, harapan hidup mereka sangat berbeda. Pusat Kebijakan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Korea Selatan pada Kamis (3/11/2016) merilis sebuah laporan yang didasarkan pada penelitian 2015 menunjukkan bahwa  harapan hidup rata-rata warga Korea Selatan adalah 11 tahun lebih panjang daripada warga Korea Utara.

Sebuah penelitian dari pihak Korea Selatan juga menunjukkan bahwa warga Korea Selatan rata-rata memiliki tinggi badan 7.5 cm lebih tinggi daripada warga Korea Utara.

Media Korea Selatan ‘Yonhap’ memberitakan, harapan hidup rata-rata kaum wanita Korea Selatan adalah 84.6 tahun, lebih panjang 11.3 tahun daripada kaum wanita Korea Utara yang 73.3 tahun. Usia kaum pria Korea Selatan adalah 78.0 tahun, sedangkan Korut 66.3 tahun, berselisih 11.7 tahun.

Dari catatan yang dibuat pada 1965 dapat dilihat bahwa usia rata-rata kaum wanita Korea Selatan adalah 57.6 tahun, sedangkan usia rata-rata wanita Korea Utara adalah 54.6 tahun, keduanya hanya berselisih 3.0 tahun.

Pada tahun-tahun berikutnya, selisih itu mengecil sampai pada 1990 keduanya baru merenggang kembali hingga 3.3 tahun. Tetapi sejak tahun 2000 hingga sekarang selisih itu berubah menjadi 11.3 tahun.

Dari catatan yang dibuat pada 1965 dapat dilihat bahwa usia rata-rata kaum pria Korea Selatan adalah 52.3 tahun. Sedangkan usia rata-rata pria Korea Utara adalah 48.4 tahun, keduanya hanya berselisih 3.9 tahun. Tetapi sejak 1980 kesenjangan itu terus melebat hingga pada tahun 2000 selisih keduanya sudah mencapai 11.8 tahun.

Laporan analisa menyebutkan, bencana banjir besar yang melanda Korea Utara di era 90-an telah  menyebabkan kekurangan pangan dan krisis perawatan kesehatan yang kemudian berdampak langsung pada menurunnya usia rata-rata penduduk negara tersebut.

Selain itu, pemerintah Korea Utara yang sejak dulu tertutup, walau sebagian besar lahan pertanian sudah digunakan, tetapi situasi krisis pangan tidak juga membaik. Inefisiensi pertanian yang dipimpin pemerintah dengan teknik pertanian yang usang menjadi penyebab utama hasil panen yang tidak baik. Sejak tahun 1990, sekitar 1.5 juta orang penduduk Korea Utara meninggal dunia karena kelaparan.

Analisa tersebut juga memperkirakan bahwa rata-rata kesenjangan harapan hidup antara kedua Korea itu akan berlanjut hingga 2060.

Pada April tahun ini, guru besar Universitas Sungkyunkwan Korea Selatan, David Schwekendiek pernah melakukan studi tinggi badan terhadap para pengungsi Korut, menemukan bahwa rata-rata tinggi badan mereka lebih pendek 7.5 cm dari kaum pria Korea Selatan (selisih berkisar  antara 3 – 8 cm). sedangkan tinggi badan rata-rata kaum wanita Korea Selatan sudah hampir mendekati tinggi badan rata-rata pria Korea Utara.

Penelitian David menunjukkan bahwa perbedaan tinggi badan anak-anak antar kedua negara tersebut sangat jelas, anak lelaki prasekolah Korea Selatan lebih tinggi sekitar 4 cm, begitu pula bagi anak perempuan prasekolah Korea Selatan, lebih tinggi sekitar 3 cm.

David Schwekendiek mengatakan bahwa perbedaan tinggi badan tidak bisa dikaitkan dengan gen, karena rakyat kedua negara itu berasal dari bangsa yang sama, tetapi karena kekurangan gizi dan kelaparan dalam waktu panjanglah faktor yang berpengaruh terhadap hal itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular