Sekitar 2000 orang praktisi Falun Gong dari seluruh dunia berkumpul di San Francisco City Hall Square, Amerika Serikat pada Selasa (25/10/2016) yang lalu untuk mengadakan aksi orasi damai. Aksi damai meminta Partai Komunis Tiongkok/PKT menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Anggota Organisasi DAFOH (Doctors Against Force Organ Harvesting) Dr. Chen Ming dalam orasinya mengatakan bahwa PKT telah melakukan pembohongan publik dengan mengklaim telah menghentikan pengambilan organ tubuh dari tahanan Tiongkok yang ternyata berbeda dengan kenyataan yang ada.

Berikut ini adalah sebagian dari isi orasi Dr. Chen Ming.

DPR AS pada 13 Juni 2016 telah mengeluarkan resolusi nomor 343 yang berisikan pesan yang kuat kepada rezim PKT. Pesan itu menyatakan menghentikan penganiayaan brutal yang masih berlangsung dan melakukan pembunuhan massal terhadap praktisi Falun Gong demi mendapatkan organ-organ  vital dari tubuh mereka yang kemudian dipasokkan ke industri transplantasi organ yang mengalami booming di Tiongkok. Perbuatan itu tidak dapat ditolerir oleh pemerintah AS.

Selama 10 tahun terakhir, PKT terus menghadapi tekanan internasional dan dieksposnya sistem transplantasi organ tak beretika yang mereka lakukan. Pejabat PKT berulang kali mengeluarkan pernyataan tetapi tidak pernah untuk dipenuhi. Yang terakhir yakni pada Januari 2015 mereka menyatakan akan mengakhiri pengambilan organ dari tubuh terpidana mati di Tiongkok.

Menurut Chen Ming, PKT memiliki rekor sejarah melakukan pembohongan kepada masyarakat internasional. Ini rincian cara PKT membohongi publik internaasional.

Trik 1. PKT mendefinisikan terpidana mati sebagai warga yang memiliki hak untuk menjadi donator organ bagi tubuh mereka. Ini merupakan pelanggaran terhadap pedoman etis Asosiasi Kedokteran Dunia, karena para terpidana mati tidak dapat disamakan dengan warga masyarakat biasa yang memiliki hak atas informasi, hak kebebasan dan hak untuk bebas dari pemaksaan.

Meskipun ada definisi baru ini, tetapi yang menjadi fokus internasional adalah walaupun jika jumlah organ tubuh terpidana mati itu ditambahkan ke dalam jumlah donor organ dari para sukarelawan, pejabat PKT pun tidak akan mampu memberikan penjelasan atas jauhnya selisih angka dengan laporan resmi tentang jumlah transplantasi organ yang dilakukan di Tiongkok. Dari mana lagi organ-organ tubuh itu mereka dapatkan.

Trik 2. Pejabat PKT memanfaatkan komputerisasi data untuk membaurkan mana organ yang diambil dari terpidana mati dan mana organ yang didapat dari donator sukarela.

Pengkomputerisasian data organ membuat sulit dalam pelacakannya, sulit untuk membedakan mana organ yang diambil secara etis bermoral dan mana yang tidak.

Oleh sebab itu, mereka telah melanggar prinsip-prinsip transplantasi organ yang berkaitan dengan aspek penelusuran dan aspek transparansinya sesuai yang digariskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. (Lin Nan/sinatar/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular